
Jajak pendapat tunjukkan 59 persen warga AS tidak setujui serangan terhadap Iran

Orang-orang mengikuti aksi unjuk rasa menentang serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran, di New York, AS, pada 28 Februari 2026. (Xinhua/Zhang Fengguo)
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah jajak pendapat terbaru CNN yang dirilis pada Senin (2/3) menunjukkan bahwa 59 persen warga Amerika Serikat (AS) tidak menyetujui keputusan AS untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran.
Jajak pendapat tersebut, yang dilakukan oleh SSRS, "dilakukan segera setelah" pasukan AS dan Israel melancarkan serangan.
Sebanyak 60 persen responden mengatakan mereka tidak yakin Presiden AS Donald Trump memiliki rencana yang jelas untuk menangani situasi itu, dan 62 persen responden mengatakan dia seharusnya mendapatkan persetujuan Kongres untuk setiap tindakan militer lebih lanjut.
Sekitar 39 persen responden mengatakan AS tidak melakukan upaya yang cukup dalam diplomasi sebelum menggunakan kekuatan militer, sementara hanya 27 persen yang merasa AS telah melakukan upaya yang cukup, dan 33 persen lainnya tidak yakin.
Sekitar 56 persen responden melihat konflik militer jangka panjang antara AS dan Iran sebagai sesuatu yang setidaknya cukup mungkin terjadi, termasuk 24 persen yang melihatnya sebagai hal yang sangat berpotensi terjadi.
Jajak pendapat terbaru itu dirilis sehari setelah jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan 43 persen warga AS menentang serangan terhadap Iran.
Kedua jajak pendapat tersebut dirilis di tengah perpecahan tajam di antara kubu Demokrat dan Republik di parlemen mengenai serangan terhadap Iran.
Para anggota dari Partai Republik jauh lebih mungkin menyetujui tindakan militer itu dibandingkan anggota dari Partai Demokrat, dengan hanya 18 persen anggota Partai Demokrat dan 32 persen independen yang menyetujui, dibandingkan dengan 77 persen anggota Partai Republik, menurut jajak pendapat CNN.
Para anggota parlemen dari Partai Demokrat mengecam tindakan tersebut, dengan alasan tidak ada ancaman yang bersifat mendesak dan serangan itu tidak diotorisasi oleh Kongres. Mereka juga memperingatkan bahwa Trump berpotensi menyeret AS ke dalam konflik Timur Tengah yang berkepanjangan lainnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PM Hongaria: Para pemimpin Barat dicengkeram oleh "demam perang"
Indonesia
•
12 Mar 2023

Arab Saudi larang iftar dan sahur di hotel dan restoran selama Ramadhan
Indonesia
•
26 Mar 2021

PM Finlandia sebut negaranya dan Swedia berkomitmen gabung NATO bersama
Indonesia
•
03 Feb 2023

Warga Gaza akhirnya dapatkan makanan dan bahan bakar berkat gencatan senjata sementara
Indonesia
•
27 Nov 2023


Berita Terbaru

Trump tak tahu kapan harus akhiri perang dengan Iran
Indonesia
•
24 Apr 2026

Pembersihan ranjau di Selat Hormuz bisa berlangsung hingga 6 bulan
Indonesia
•
24 Apr 2026

AS desak warganya tinggalkan Iran setelah wilayah udaranya kembali dibuka
Indonesia
•
24 Apr 2026

Serangan udara Israel di Lebanon tewaskan seorang jurnalis
Indonesia
•
24 Apr 2026
