Trump klaim Iran setuju izinkan AS ambil material nuklir yang terkubur

Warga berpartisipasi dalam demonstrasi menentang aksi militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta negara-negara lain, di luar stasiun kereta utama di Berlin, Jerman, pada 5 April 2026. (Xinhua/Zhang Haofu)

Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (3/6) mengatakan pembicaraan dengan Iran berlangsung "sangat baik" dan "hingga saat ini" Teheran setuju mengizinkan personel AS, yang berkoordinasi dengan otoritas Iran, memasuki Iran guna mengambil material nuklir yang terkubur setelah perang berakhir.

"Sangat, sangat sulit untuk mendapatkannya ... tetapi bagaimanapun juga, saya ingin mulai melakukannya," kata Trump kepada awak media di Gedung Putih.

Meski terjadi sejumlah serangan di kawasan dalam beberapa waktu terakhir, Trump mengatakan gencatan senjata antara AS dan Iran yang mulai berlaku pada awal April masih tetap berjalan. Dia mengindikasikan bahwa kesepakatan sementara dapat tercapai "akhir pekan ini" seiring kemajuan dalam perundingan yang sedang berlangsung.

"Negosiasinya sendiri berjalan sangat baik, sebenarnya, sangat baik, meskipun hal itu terjadi, dan kemungkinan tidak terjadi. Namun, jika terjadi, itu dapat terwujud pada akhir pekan ini," ujar Trump.

"Gencatan senjata di sana sangat berbeda dibandingkan dengan gencatan senjata di wilayah lain di dunia," katanya. "Anda tahu, menurut saya di belahan dunia itu, gencatan senjata berarti Anda menembak dengan intensitas yang lebih moderat."

Sementara itu, Trump mengklaim para pejabat Iran "berubah pikiran beberapa kali", tetapi menurut kondisi saat ini, "kami akan masuk dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi".

Angkatan Laut Iran menargetkan "pusat komando" di sebuah kapal perusak AS di Teluk Oman sebagai respons atas "pelanggaran terhadap peraturan" Selat Hormuz oleh AS dan tindakan "bermusuhan" terhadap kapal-kapal Iran, demikian dilaporkan stasiun televisi milik pemerintah Iran, IRIB TV, pada Rabu.

Beberapa menit kemudian, Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS membantah klaim tersebut melalui platform media sosial X.    

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait