
AS ambigu terkait program nuklir Israel selama puluhan tahun

Foto yang diabadikan pada 30 April 2026 ini menunjukkan gedung Capitol Amerika Serikat (AS) di belakang sebuah lampu lalu lintas di Washington DC, AS. (Xinhua/Li Rui)
Washington tidak dapat mengembangkan kebijakan nonproliferasi yang koheren untuk Timur Tengah sambil tetap mempertahankan kebijakan bungkam resmi tentang program nuklir Israel di tengah perang AS-Israel melawan Iran.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) menuntut agar pemerintahan Presiden Donald Trump secara terbuka mengungkap program senjata nuklir Israel yang tidak diumumkan.
Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, sebanyak 30 anggota Partai Demokrat di DPR AS pada Selasa (5/5) mengatakan Washington tidak dapat mengembangkan kebijakan nonproliferasi yang koheren untuk Timur Tengah sambil tetap mempertahankan kebijakan bungkam resmi tentang program nuklir Israel di tengah perang AS-Israel melawan Iran.
"Kita, dalam arti sesungguhnya, berperang berdampingan dengan sebuah negara yang program senjata nuklir potensialnya secara resmi ditolak untuk diakui oleh pemerintah AS," tulis para anggota parlemen tersebut, yang dipimpin oleh anggota Kongres AS Joaquin Castro.
"Munculnya risiko salah perhitungan, eskalasi, dan penggunaan senjata nuklir dalam situasi seperti ini bukan teoretis semata," kata mereka.
Partai Demokrat berpendapat bahwa Kongres AS "memiliki tanggung jawab konstitusional untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai keseimbangan nuklir di Timur Tengah, risiko eskalasi oleh pihak mana pun dalam konflik ini, serta perencanaan dan skenario darurat pemerintah untuk menghadapi situasi semacam itu."
Mereka meminta rincian mengenai kemampuan senjata nuklir Israel, termasuk hulu ledak dan peluncurnya, kemampuan pengayaan, serta apa yang telah diberitahukan kepada Washington mengenai garis merah Israel.
Israel tidak membenarkan maupun menyangkal kepemilikan senjata nuklir, sementara Gedung Putih selama puluhan tahun mempertahankan sikap ambigu terkait program nuklir Israel.
Kebijakan ambigu terkait program nuklir Israel "membuat kebijakan nonproliferasi yang koheren di Timur Tengah menjadi mustahil, bagi Iran, bagi Arab Saudi, dan bagi setiap negara lain di kawasan tersebut yang mengambil keputusan berdasarkan persepsi mereka tentang kemampuan negara-negara tetangga," tulis para anggota Partai Demokrat.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Trump desak Israel hentikan pengeboman Gaza setelah Hamas setuju bebaskan sandera
Indonesia
•
05 Oct 2025

China sambut Brasil jadi bagian dari peserta pembangunan bersama Sabuk dan Jalur Sutra
Indonesia
•
27 Jul 2024

FBI tak temukan bukti keterlibatan Arab Saudi dalam 9/11
Indonesia
•
13 Sep 2021

Israel akan cabut "situasi khusus" di wilayah selatan untuk kali pertama sejak Oktober 2023
Indonesia
•
01 Nov 2025


Berita Terbaru

Jepang buang hampir 7.900 ton air terkontaminasi nuklir ke laut dalam putaran ke-21 pembuangan limbah PLTN Fukushima Daiichi
Indonesia
•
24 Jul 2026

Venezuela dari Mahkamah Pidana Internasional, tuding pengadilan internasional diskriminatif terhadap Amerika Latin dan Afrika
Indonesia
•
25 Jul 2026

IRGC klaim serang pangkalan militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania
Indonesia
•
25 Jul 2026

Jaksa ICC yang ajukan penangkapan Netanyahu dicopot dari jabatannya terkait dugaan kekerasan seksual
Indonesia
•
25 Jul 2026
