
Trump desak produsen mobil dan manufaktur AS terlibat dalam produksi senjata

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 19 Februari 2020 ini menunjukkan Pentagon sebagaimana terlihat dari sebuah pesawat di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Liu Jie)
Kapasitas produksi senjata AS kritis, terutama setelah negara tersebut dan sekutu NATO-nya mulai mengirimkan sejumlah besar persenjataan ke Ukraina pada 2022.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Pemerintahan Trump mendesak produsen mobil dan manufaktur Amerika Serikat (AS) untuk memperluas keterlibatan mereka dalam produksi senjata, demikian dilaporkan Wall Street Journal pada Rabu (15/4).
Sejumlah pejabat senior bidang pertahanan telah melakukan pembicaraan dengan produsen mobil terkemuka, termasuk General Motors dan Ford, untuk menjajaki peningkatan produksi senjata dan perlengkapan militer, ungkap laporan itu mengutip sejumlah sumber yang mengetahui masalah ini.
Produksi militer saat ini dikendalikan oleh segelintir kontraktor di negara tersebut. Meski banyak produsen terbesar AS di luar sektor pertahanan memiliki kontrak dengan Pentagon, kesepakatan-kesepakatan ini biasanya memiliki cakupan dan nilai yang terbatas, dengan berfokus pada produk atau penelitian tertentu.
Pembicaraan tersebut dimulai sebelum pecahnya konflik Iran, ungkap sumber-sumber itu. Tekanan yang ditimbulkan perang terhadap persediaan amunisi AS menyoroti kebutuhan kritis bagi militer untuk memperluas jaringan mitra komersialnya, sehingga memungkinkan lonjakan cepat dalam produksi amunisi esensial dan peralatan taktis canggih, seperti rudal dan sistem penangkal drone.
Para anggota parlemen dan pimpinan Pentagon semakin khawatir terhadap kapasitas produksi senjata AS, terutama setelah negara tersebut dan sekutu NATO-nya mulai mengirimkan sejumlah besar persenjataan ke Ukraina pada 2022.
Sebagai respons terhadap tantangan yang semakin meningkat ini, Pentagon telah mengajukan usulan anggaran sebesar 1,5 triliun dolar AS, angka tertinggi sepanjang sejarah, sebagai dorongan besar-besaran untuk memperluas kapasitas produksi amunisi dan drone.
*1 dolar AS = 17.141 rupiah
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Menteri: Produksi minyak Saudi pulih
Indonesia
•
04 Oct 2019

Jepang pertimbangkan buang air limbah nuklir Fukushima akhir Agustus hingga awal September 2023
Indonesia
•
08 Aug 2023

Media: Jerman pertimbangkan untuk tingkatkan jumlah deportasi
Indonesia
•
09 May 2023

Sedikitnya 25 orang tewas di Gaza akibat serangan israel sebagai respons tembakan Hamas
Indonesia
•
20 Nov 2025


Berita Terbaru

Israel mungkin akan "segera" lanjutkan serangan terhadap Iran
Indonesia
•
16 May 2026

Warga sipil di Lebanon terus jadi sasaran serangan meski ada gencatan senjata
Indonesia
•
16 May 2026

Aksi pawai sayap kanan ekstrem Israel di Kota Tua Yerusalem picu bentrokan
Indonesia
•
16 May 2026

Deplu AS sebut Israel dan Lebanon perpanjang gencatan senjata selama 45 hari
Indonesia
•
16 May 2026
