BBC “bertekad untuk melawan” langkah hukum Trump

Trump bermaksud menuntut BBC

Tower Bridge terlihat saat matahari terbenam di London, Inggris, pada 2 Agustus 2025. (Xinhua/Wang Muhan)

Trump bermaksud menuntut BBC sebesar 1 miliar hingga 5 miliar dolar AS atas sebuah dokumenter yang menggabungkan bagian-bagian terpisah dari pidatonya pada 6 Januari 2021, menciptakan kesan menyesatkan bahwa dia mendesak para pendukungnya untuk bergerak menuju Gedung Capitol AS dan "berjuang habis-habisan."

London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Chairman BBC Samir Shah memberi tahu staf bahwa lembaga penyiaran itu "bertekad untuk melawan" setiap langkah hukum Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait masalah penyuntingan, ungkap media Inggris pada Senin (17/11).

"Ada banyak hal yang ditulis, dikatakan, dan dispekulasikan tentang kemungkinan langkah hukum, termasuk potensi biaya atau penyelesaian," tulis Shah dalam sebuah email kepada stafnya. "Tidak ada dasar untuk kasus pencemaran nama baik dan kami bertekad untuk melawan."

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul konfirmasi Trump bahwa presiden AS itu bermaksud menuntut BBC sebesar 1 miliar hingga 5 miliar dolar AS atas sebuah dokumenter yang menggabungkan bagian-bagian terpisah dari pidatonya pada 6 Januari 2021.

*1 dolar AS = 16.734 rupiah

Program tersebut dikritik karena menggabungkan potongan-potongan video dengan cara yang diduga menciptakan kesan menyesatkan bahwa Trump mendesak para pendukungnya untuk bergerak menuju Gedung Capitol AS dan "berjuang habis-habisan."

Sebuah surat tertanggal 9 November yang dikirimkan ke BBC oleh pengacara-pengacara yang bertindak atas nama Trump menuntut agar BBC mengeluarkan "pencabutan penuh dan adil atas dokumenter tersebut", meminta maaf, serta "memberikan kompensasi yang layak" kepada Trump atas "kerugian yang ditimbulkan", atau menghadapi "langkah hukum" berupa ganti rugi minimal 1 miliar dolar AS.

BBC telah mengeluarkan permintaan maaf pada Kamis (13/11), tetapi menolak permintaan kompensasi finansial. Perusahaan itu juga telah mengonfirmasi bahwa program tersebut tidak akan ditayangkan lagi.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait