
1.000 lebih penerbangan di AS dibatalkan gara-gara pemerintah lumpuh

Sebuah pesawat American Airlines bersiap mendarat di Bandar Udara Nasional Ronald Reagan Washington di Arlington, Virginia, Amerika Serikat, pada 7 November 2025. (Xinhua/Hu Yousong)
Penerbangan di Amerika Serikat banyak dibatalkan seiring pengurangan lalu lintas udara yang terjadi di tengah kondisi kekurangan staf pengawas lalu lintas udara di tengah penutupan (shutdown) pemerintah federal terpanjang dalam sejarah negara itu.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Lebih dari 1.000 penerbangan di Amerika Serikat (AS) dibatalkan pada Jumat (7/11), seiring pengurangan lalu lintas udara yang terjadi di tengah kondisi kekurangan staf pengawas lalu lintas udara di tengah penutupan (shutdown) pemerintah federal terpanjang dalam sejarah AS.Situs jejaring pelacakan penerbangan AS, FlightAware, menunjukkan pada Jumat tersebut hingga pukul 17.00 waktu setempat, 4.309 penerbangan ditunda dan 1.002 penerbangan dibatalkan.Hal ini terjadi setelah Departemen Transportasi AS dan Administrasi Penerbangan Federal (Federal Aviation Administration/FAA) AS pada Rabu (5/11) mengumumkan pemerintah federal akan mengurangi lalu lintas penerbangan di 40 lokasi mulai Jumat (7/11).Rencana pembatalan penerbangan yang diamanatkan FAA menyerukan pengurangan operasi sebesar 4 persen pada Jumat itu. Pengurangan operasi akan dinaikkan menjadi 6 persen pada Selasa (11/11) depan, kemudian 8 persen pada Kamis (13/11) depan, dan 10 persen pada Jumat (14/11) depan.Administrator FAA Bryan Bedford mengatakan pada awal pekan ini bahwa pengurangan 10 persen dalam kapasitas terjadwal akan sesuai untuk "terus mengurangi tekanan pada staf pengawas (lalu lintas udara) kami, dan karena kami terus melihat adanya kekurangan staf, akan ada langkah-langkah tambahan yang akan diambil di pasar-pasar tertentu."Menteri Transportasi AS Sean Duffy pada Jumat yang sama mengatakan pengurangan penerbangan dapat mencapai 20 persen jika shutdown pemerintah berlarut-larut.Sejak shutdown pemerintah federal AS dimulai, sekitar 13.000 staf pengawas lalu lintas udara dan sekitar 50.000 petugas keamanan bandara terpaksa bekerja tanpa dibayar. Duffy baru-baru ini mengatakan bahwa beberapa staf pengawas lalu lintas udara bekerja selama 10 jam sehari, enam hari dalam sepekan.Meningkatnya jumlah karyawan yang mengambil cuti, yang menyebabkan kekurangan staf yang parah di industri penerbangan, memperburuk penundaan penerbangan di berbagai wilayah, serta meningkatkan kekhawatiran akan keselamatan penerbangan.Data dari FlightAware menunjukkan ribuan penerbangan di seluruh AS mengalami penundaan setiap harinya. Lebih dari 7.000 penerbangan di dalam, menuju, atau keluar AS mengalami penundaan pada Kamis (6/11).Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China serukan kepada negara-negara untuk tolak koersi ekonomi AS
Indonesia
•
21 Jul 2024

China dan Kamboja tingkatkan kerja sama penegakan hukum dan keamanan
Indonesia
•
01 May 2023

Trump tunjuk eks penjabat jaksa agung AS jadi dubes untuk NATO
Indonesia
•
22 Nov 2024

Slovakia tangguhkan impor biji-bijian dari Ukraina, buka transit ke negara-negara ketiga
Indonesia
•
19 Apr 2023


Berita Terbaru

‘France Libre’ jadi nama kapal induk bertenaga nuklir baru Prancis
Indonesia
•
19 Mar 2026

Arab Saudi cegat 8 rudal yang targetkan Riyadh, puing salah satu rudal jatuh dekat kilang minyak
Indonesia
•
19 Mar 2026

46.000 lebih unit sipil di Iran terkena serangan sejak awal konflik dengan AS-Israel
Indonesia
•
19 Mar 2026

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026
