Jubir: AS harusnya bekerja sama dengan China selesaikan sengketa dagang lewat konsultasi yang setara

Seorang peserta pameran (kanan) memperkenalkan produknya kepada pembeli dari luar negeri dalam ajang Pameran China Timur (East China Fair) ke-33 di Shanghai, China timur, pada 1 Maret 2025. East China Fair ke-33 dibuka di Shanghai pada Sabtu (1/3), menampilkan lebih dari 5.100 stan di enam seksi bertema, yakni garmen, tekstil, produk rumah tangga, kado, 'e-commerce' lintas perbatasan, dan bisnis luar negeri. (Xinhua/Fang Zhe)
Tindakan tarif sepihak AS terhadap beberapa negara melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan mengganggu keamanan serta stabilitas rantai industri dan pasokan global.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Amerika Serikat (AS) seharusnya bekerja sama dengan China dalam arah yang sama untuk menyelesaikan sengketa perdagangan melalui konsultasi yang setara, demikian disampaikan seorang juru bicara (jubir) China pada Selasa (4/3).Lou Qinjian, jubir untuk sesi ketiga Kongres Rakyat Nasional (National People's Congress/NPC) ke-14, badan legislatif nasional China, menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah konferensi pers.Mengomentari keputusan AS untuk kembali mengenakan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap barang-barang yang diimpor dari China, Lou mengatakan tindakan tarif sepihak AS tersebut melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Langkah itu juga mengganggu keamanan serta stabilitas rantai industri dan pasokan global.China siap bekerja sama dengan AS untuk mengatasi masalah satu sama lain melalui dialog dan konsultasi atas dasar sikap saling menghormati, kesetaraan, resiprositas, dan manfaat bersama, tetapi "tidak akan pernah menerima tindakan menekan atau mengancam," papar Lou."Kami akan dengan tegas membela kedaulatan nasional, keamanan, dan kepentingan pembangunan kami," katanya.China berharap pihak AS dapat kembali ke jalur penyelesaian masalah melalui dialog dan konsultasi, tuturnya.Hubungan ekonomi dan perdagangan China-AS saling menguntungkan, serta perdagangan dan investasi bilateral telah membawa manfaat nyata bagi kedua bangsa sekaligus sangat mendukung perkembangan ekonomi global, ungkap Lou.Hubungan China-AS yang stabil, sehat, dan berkelanjutan adalah demi kepentingan kedua negara dan memenuhi harapan masyarakat internasional, ujarnya.China juga bersedia meningkatkan kerja sama dengan negara lain untuk menjaga sistem perdagangan multilateral, menentang unilateralisme dan proteksionisme, serta mendorong globalisasi ekonomi yang inklusif dan bermanfaat secara universal, imbuh Lou.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

China dorong modernisasi pertanian demi ketahanan pangan nasional
Indonesia
•
07 Mar 2023

Netflix kehilangan 970.000 pelanggan selama dua kuartal berturut-turut
Indonesia
•
20 Jul 2022

Harga batubara turun selama COVID-19
Indonesia
•
06 Apr 2020

Mendag China sebut perkembangan China-AS harus jadi peluang bagi satu sama lain
Indonesia
•
11 Oct 2023
Berita Terbaru

Donasi masjid dengan QRIS belum populer, peneliti BRIN temukan kesenjangan literasi digital di kalangan jamaah
Indonesia
•
25 Feb 2026

Tak lagi butuh manusia, perusahaan ‘software’ Australia WiseTech Global PHK 2.000 pekerja
Indonesia
•
25 Feb 2026

AS dapat 80 juta barel minyak dari Venezuela
Indonesia
•
25 Feb 2026

Risiko investasi makin tinggi di tengah ketidakpastian kebijakan tarif AS
Indonesia
•
25 Feb 2026
