
Tesla pakai AI China Doubao, bisa diajak ‘ngobrol’ dan ‘nyanyi’

Orang-orang mengunjungi stan TESLA di area Rantai Kendaraan Pintar (Smart Vehicle Chain) dalam Pameran Rantai Pasokan Internasional China (China International Supply Chain Expo/CISCE) ketiga di Beijing, ibu kota China, pada 19 Juli 2025. (Xinhua/Ju Huanzong)
Shanghai, China (Xinhua/Indonesia Window) – Produsen otomotif Amerika Serikat (AS) Tesla mengintegrasikan Doubao, model bahasa besar (large language model) yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi ByteDance, ke dalam kendaraan listriknya yang dijual di China Daratan, menurut Tesla China.
Sistem suara cerdas pada kendaraan tersebut, yang diaktifkan dengan menekan lama tombol suara pada kemudi, menawarkan berbagai fitur seperti percakapan santai, bernyanyi, pemahaman debat, bercerita, pelatihan dialog bahasa Inggris, dan permainan peran karakter.
Sistem itu juga memungkinkan pengguna beralih secara acak di antara empat warna suara dan lima mode pengoperasian.
Dilengkapi dengan model dialog dalam waktu nyata (real-time) Doubao yang terpadu dan kerangka interaksi suara end-to-end, sistem infotainmen kendaraan tersebut telah melampaui model walkie-talkie ‘tanya-jawab’ konvensional, sehingga menghadirkan pengalaman interaktif yang lebih alami, luwes, dan proaktif.
Produsen otomotif Jerman Mercedes-Benz telah memperluas kemitraannya dengan ByteDance untuk mengintegrasikan model bahasa besar Doubao ke dalam kendaraan listriknya pada September 2025.
Perusahaan-perusahaan teknologi China baru-baru ini mencatatkan kemajuan signifikan dalam pengembangan model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Alibaba meluncurkan model bahasa besarnya, Qwen3.8-Max, pada 3 Agustus, yang menandai peningkatan besar pada seri Qwen miliknya dengan kemampuan tingkat lanjut dalam pengodean (coding), pekerjaan di dunia nyata, serta penelitian.
Pada Juli, perusahaan rintisan AI, Moonshot AI, merilis model Kimi K3, yang memiliki 2,8 triliun parameter, menjadikannya model AI sumber terbuka (open-source) dengan parameter terbesar di dunia, kata perusahaan tersebut.
Para pakar menyatakan bahwa semakin banyak model besar dengan sumber terbuka China yang beralih dari terobosan individual menuju kemajuan kolektif, menawarkan pendekatan baru bagi pengembangan AI secara global.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Spesies ikan baru ditemukan di China selatan
Indonesia
•
01 Oct 2024

Penelitian: Great Barrier Reef Australia bertahan jika suhu Bumi 1,5 derajat Celsius
Indonesia
•
06 Nov 2021

Stasiun darat satelit beroperasi dalam segala cuaca dan sepanjang waktu di China barat laut
Indonesia
•
15 Aug 2023

Pengukuran material cerdas fasilitasi proses produksi di China
Indonesia
•
12 Jul 2024


Berita Terbaru

Urine manusia bisa jadi bahan bakar roket? Ilmuwan temukan prosesnya
Indonesia
•
18 Aug 2026

2 dari 3 orang dewasa Australia kelebihan berat badan, makanan ultraolahan jadi sorotan
Indonesia
•
19 Aug 2026

Protein yang selama ini lawan kanker ternyata bisa bantu sel kanker bertahan
Indonesia
•
15 Aug 2026

Telaah – Tiga gempa dahsyat guncang Amerika Selatan, benarkah kawasan ini makin aktif?
Indonesia
•
15 Aug 2026
