
Pengukuran material cerdas fasilitasi proses produksi di China

Robot-robot bekerja di sebuah lini perakitan bodi kendaraan aluminium di Zouping, Provinsi Shandong, China timur, pada 13 September 2023. (Xinhua/Guo Xulei)
Sistem pengukuran material cerdas dikembangkan berdasarkan lebih dari 6.800 pesan umpan balik (feedback) survei dalam 26 laporan penelitian dari 60 lebih perusahaan milik Aluminum Corporation of China (Chinalco) di seluruh China.
Beijing, China (Xinhua) – Proses pemindaian kode respons cepat (quick response/QR) yang diikuti dengan penimbangan awal, pemuatan, dan penimbangan ulang, berhasil dirampungkan dalam waktu 20 menit di pabrik, sehingga memungkinkan produk aluminium dapat dikirim dengan cepat. Operasi yang efisien dan cerdas ini dilakukan di sebuah fasilitas milik China Aluminum International Engineering Co., Ltd. (CHALIECO) di Kota Zibo, Provinsi Shandong, China timur.Proses pengoperasian nirawak dan akurat di fasilitas yang berada di Zibo tersebut didukung oleh serangkaian sistem pengukuran material yang cerdas.Pengukuran material, yang mengacu pada pengukuran dan penghitungan kuantitas serta berat barang, merupakan salah satu tugas pokok produksi sehari-hari di perusahaan tersebut. Nilai-nilai yang diukur dan dihitung ini harus akurat, dapat diandalkan, seragam, dan dapat dibandingkan.Pengukuran merupakan aktivitas untuk memastikan nilai kuantitas yang akurat dan andal serta menjadi landasan penting bagi inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), pengembangan industri, dan perlindungan mata pencaharian.Metode pengukuran konvensional berupa pemeriksaan manual dan penyalinan data dengan tangan memiliki keterbatasan efisiensi yang rendah dan data yang rawan keliru, serta tidak dapat lagi memenuhi persyaratan untuk berbagai jenis material pengukuran dan tugas pengukuran yang besar, kata Wang Zhi, manajer umum perusahaan tersebut di Provinsi Shandong.Perusahaan tersebut menggunakan teknologi kode QR sebagai pengganti input manual, teknologi pengenalan gambar untuk menjamin keamanan akses sarana, dan teknologi inframerah untuk menjaga standar operasi pengukuran.Teknologi semacam itu mungkin tidak mutakhir, tetapi terbukti efektif dalam meningkatkan metode pengukuran konvensional.Sistem pengukuran material cerdas ini dikembangkan berdasarkan lebih dari 6.800 pesan umpan balik (feedback) survei dalam 26 laporan penelitian dari 60 lebih perusahaan milik Aluminum Corporation of China (Chinalco) di seluruh negara tersebut.Chinalco telah menerapkan sistem cerdas di perusahaan-perusahaan itu dan menyesuaikan berbagai program peningkatan untuk perusahaan-perusahaan itu berdasarkan karakteristik produksi dan operasi yang berbeda.Di Kota Ningde, Provinsi Fujian, China timur, China Copper Southeast Copper Co., Ltd. menggabungkan sistem pengukuran material cerdas dengan sistem manajemen pelabuhannya untuk mencapai target berbagi sumber daya.Di Zunyi, kota di Provinsi Guizhou, China barat daya, sebuah perusahaan aluminium membantu para pengemudi kargo dalam menggunakan program mini WeChat untuk melakukan pengukuran material secara mandiri.Sistem pengukuran material cerdas telah berjalan dengan stabil dan akurat selama sekitar enam bulan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China luncurkan dua satelit baru
Indonesia
•
25 Nov 2024

Penelitian ungkap Dataran Tinggi Qinghai-Xizang jadi lebih hangat, lebih basah, dan lebih hijau
Indonesia
•
20 Aug 2024

Material terinspirasi bintang laut merah dapat swapulih dengan cepat di dalam air
Indonesia
•
20 May 2025

COVID-19 – Rusia kembangkan preparat blokir replikasi virus
Indonesia
•
22 Jan 2021


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
