Urine manusia bisa jadi bahan bakar roket? Ilmuwan temukan prosesnya

Ilustrasi. (RephiLe water on Unsplash)

Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti di Australia mengembangkan strategi elektrokimia untuk mengubah urea menjadi hidrazina, bahan kimia yang digunakan dalam industri farmasi, bahan bakar roket, serta sistem energi baru dan baterai kendaraan listrik.

Strategi ini menggunakan listrik dan natrium klorida untuk mengubah urea menjadi hidrazina, yang menawarkan alternatif potensial bagi metode produksi konvensional, yang selama ini bergantung pada bahan kimia berbahaya dan mengonsumsi energi dalam jumlah besar sehingga biaya produksinya tinggi dan menimbulkan tantangan lingkungan, papar pernyataan yang dirilis pada Selasa (18/8) oleh Universitas Adelaide Australia.

Metode ini dapat menawarkan produksi hidrazina yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis, serta menjadi sumber bahan bakar potensial untuk sel bahan bakar dan misi antariksa berdurasi panjang, kata Wang Pengtang dari Universitas Adelaide, penulis utama dalam studi yang baru-baru ini telah diterbitkan di dalam jurnal Nature Synthesis tersebut.

Dengan menggunakan strategi ini, para peneliti berhasil memproduksi hidrazina dengan hasil tinggi dan menunjukkan fleksibilitas metode tersebut terhadap berbagai sumber urea, termasuk urea murni, air limbah kaya urea, dan urine manusia.

Namun demikian, tantangan teknis praktis dan kendala biaya yang menyertainya masih ada, termasuk akumulasi garam, konsumsi energi selama tahap isolasi produk, serta biaya dan pengoperasian sistem yang berkelanjutan, ujar Wang.

Penelitian di masa mendatang akan berfokus pada pengurangan biaya, penyederhanaan proses pemisahan produk, dan pengembangan desain reaktor yang lebih praktis, ujar Wang. Teknologi ini dapat "menyediakan jalur alternatif yang berkelanjutan untuk manufaktur hidrazina yang ditenagai oleh listrik terbarukan," imbuh Wang. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait