
Mineral yang kaya molekul air ditemukan dalam sampel Bulan Chang'e-5

Seorang pengunjung mengamati sampel Bulan yang dibawa pulang oleh wahana antariksa China Chang'e-5 di Museum Nasional China yang berada di Beijing, ibu kota China, pada 18 April 2021. (Xinhua/Yin Dongxun)
Struktur dan komposisi mineral yang kaya air dalam struktur molekulnya pada sampel Bulan yang dibawa pulang oleh Chang'e-5, sangat mirip dengan mineral yang ditemukan di dekat gunung berapi di Bumi.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim ilmuwan China berhasil mengidentifikasi sejenis mineral yang kaya air dalam struktur molekulnya pada sampel Bulan yang dibawa pulang oleh Chang'e-5.Bukti-bukti yang jumlahnya terus bertambah menunjukkan keberadaan air atau air beku di permukaan Bulan, tetapi kemungkinan besar dalam bentuk gugus hidroksil (hydroxyl groups).Saat ini, tim yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Institut Fisika di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) telah menemukan mineral terhidrasi yang mengandung hingga enam molekul air kristal.Menurut studi yang belum lama ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy, molekul air memiliki bobot sekitar 41 persen dari total massa.Para peneliti mengatakan bahwa penemuan ini menandakan pendeteksian langsung pertama molekul air di dalam regolit Bulan, yang menjelaskan bentuk sebenarnya dari molekul air dan amonium di permukaan Bulan.Struktur dan komposisi mineral tersebut sangat mirip dengan mineral yang ditemukan di dekat gunung berapi di Bumi. Pada saat yang sama, kontaminasi terestrial atau semburan dari nozel roket tidak lagi dipertimbangkan sebagai sumber dari hidrat ini, menurut penelitian tersebut.Temuan ini mengungkap potensi bentuk dari molekul-molekul air yang mungkin ada di permukaan Bulan, yakni garam terhidrasi. Berbeda dengan air beku yang tidak stabil, hidrat ini sangat stabil di daerah lintang tinggi Bulan, bahkan di daerah-daerah yang terkena sinar matahari.Para peneliti mengatakan bahwa penemuan ini membuka banyak kemungkinan baru untuk pengembangan dan pemanfaatan sumber daya air Bulan di masa mendatang.Memanfaatkan sumber daya in-situ di Bulan akan menjadi fondasi untuk membangun sebuah stasiun Bulan jangka panjang. Selain itu, China menargetkan untuk membangun model dasar stasiun penelitian Bulan internasional per 2035.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi resmikan pabrik ventilator dalam negeri pertama
Indonesia
•
10 Jun 2021

Studi: Pembakaran terkendali justru memperparah kebakaran hutan di Australia
Indonesia
•
25 Jan 2024

Teknologi pengolahan limbah untuk kampung di atas laut
Indonesia
•
29 Sep 2019

Limbah cangkang diubah jadi batu bata ramah lingkungan di Taiwan
Indonesia
•
01 Oct 2022


Berita Terbaru

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026

AI berisiko sebabkan ‘kemalasan intelektual’ siswa
Indonesia
•
11 Mar 2026

Pengelolaan ternak temporal solusi konflik manusia-satwa liar
Indonesia
•
12 Mar 2026
