
Srettha Thavisin terpilih jadi PM baru Thailand

Srettha Thavisin berinteraksi dengan para pendukungnya di Bangkok, Thailand, pada 22 Agustus 2023. (Xinhua/Rachen Sageamsak)
Srettha Thavisin (60), kandidat yang didukung oleh koalisi pimpinan partai Pheu Thai, terpilih sebagai perdana menteri (PM) baru Thailand setelah memenangkan mayoritas sederhana (simple majority) dalam pemungutan suara parlementer.
Bangkok, Thailand (Xinhua) – Srettha Thavisin (60), kandidat yang didukung oleh koalisi pimpinan partai Pheu Thai, terpilih sebagai perdana menteri (PM) baru Thailand setelah memenangkan mayoritas sederhana (simple majority) dalam pemungutan suara parlementer pada Selasa (22/8).Srettha merupakan satu-satunya kandidat yang dinominasikan untuk menjadi PM baru selama sidang parlementer pada Selasa itu. Setelah roll call vote yang berlangsung selama hampir tiga jam, Wakil Presiden Majelis Nasional Thailand Pornpetch Wichitcholchai mengumumkan bahwa Srettha mengantongi 482 suara dukungan dari 728 suara yang diberikan selama sidang gabungan majelis tinggi dan rendah. Angka tersebut melebihi batas angka simple majority yang dibutuhkan parlemen untuk menyetujui Srettha menjadi PM baru.Srettha akan menunggu pelantikan resmi oleh Raja Thailand Maha Vajiralongkorn untuk menjadi PM negara Asia Tenggara itu.
Anggota parlemen Thailand melakukan pemungutan suara untuk memilih perdana menteri baru di Bangkok, Thailand, pada 22 Agustus 2023. (Xinhua/Wang Teng)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Turkiye peringatkan Laut Hitam tidak boleh jadi "area konfrontasi" konflik Rusia-Ukraina
Indonesia
•
15 Dec 2025

Raja Yordania tegaskan kembali penolakan terhadap upaya pemisahan Tepi Barat dan Jalur Gaza
Indonesia
•
08 Jan 2024

Komite pengelola Gaza mulai bekerja lewat pertemuan di Kairo
Indonesia
•
17 Jan 2026

UEA umumkan kasus pertama cacar monyet setelah berkunjung ke Afrika Barat
Indonesia
•
25 May 2022


Berita Terbaru

Serangan terhadap pemukim di Tepi Barat tembus 1.000 kasus tahun ini
Indonesia
•
13 Jun 2026

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol divonis 30 tahun penjara dalam kasus pengkhianatan negara
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran pastikan perundingan damai dengan AS masuki tahap akhir
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran laporkan 54 awak kapal tewas dan 253 kapal hancur sejak konflik dimulai
Indonesia
•
11 Jun 2026
