
Khamenei beri pengampunan massal di Iran, kecuali untuk kasus kerusuhan terbaru

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei berbicara dalam sebuah pidato hari raya keagamaan di Teheran, ibu kota Iran, pada 17 Januari 2026. (Xinhua/Kantor Pemimpin Tertinggi Iran)
Khamenei secara rutin menggunakan wewenang konstitusionalnya untuk memberikan pengampunan pada acara-acara kenegaraan. Langkah-langkah tersebut tidak berlaku bagi mereka yang dihukum karena melakukan kejahatan serius, termasuk perlawanan bersenjata terhadap negara, perdagangan narkoba skala besar, perampokan bersenjata, penyelundupan senjata, spionase, dan korupsi.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei telah menyetujui pemberian pengampunan atau keringanan hukuman bagi 2.108 narapidana. Namun, tidak satu pun dari mereka yang terlibat dalam aksi protes baru-baru ini akan mendapatkan manfaat dari kebijakan tersebut, seperti diungkapkan pihak kehakiman pada Selasa (10/2).
Pemberian grasi tersebut dilakukan untuk memperingati hari besar keagamaan serta ulang tahun ke-47 Revolusi Islam Iran 1979 yang jatuh pada Rabu (11/2). Pengampunan itu diberikan setelah adanya permintaan dari kepala kehakiman Gholamhossein Mohseni-Ejei, menurut outlet berita Mizan Online milik kehakiman tersebut.
Wakil Kepala Kehakiman Ali Mozaffari mengatakan bahwa langkah itu mengecualikan para terdakwa dan terpidana yang berkaitan dengan "kerusuhan" baru-baru ini, menurut laporan Mizan.
Khamenei secara rutin menggunakan wewenang konstitusionalnya untuk memberikan pengampunan pada acara-acara kenegaraan. Langkah-langkah tersebut tidak berlaku bagi mereka yang dihukum karena melakukan kejahatan serius, termasuk perlawanan bersenjata terhadap negara, perdagangan narkoba skala besar, perampokan bersenjata, penyelundupan senjata, spionase, dan korupsi.
Aksi protes pecah di berbagai wilayah Iran pada bulan lalu akibat keluhan ekonomi sebelum akhirnya berubah menjadi aksi politis dan berujung pada kekerasan, yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan yang meluas pada fasilitas umum, masjid, gedung pemerintah, dan bank. Pihak berwenang Iran menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang menghasut kerusuhan tersebut.
Kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, pada Januari melaporkan bahwa sekitar 3.000 orang yang berkaitan dengan aksi protes tersebut telah ditahan, dengan mengutip pejabat keamanan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pejabat AS: Ukraina alami kerugian 89 triliun rupiah setiap bulan akibat perang
Indonesia
•
22 Jun 2022

Menlu China dan AS gelar pembicaraan di Beijing
Indonesia
•
21 Jun 2023

Presiden Komisi Eropa usulkan rencana senilai 800 miliar euro untuk persenjatai kembali Eropa
Indonesia
•
06 Mar 2025

Netanyahu sebut tentara Israel akan kendalikan Gaza pascakonflik
Indonesia
•
11 Nov 2023


Berita Terbaru

Khamenei serukan dunia Muslim bersatu: Kenali musuh, pahami siasatnya, lawan!
Indonesia
•
31 Aug 2026

Gletser di 5.200 meter runtuh, longsoran menghantam Xizang di China sejauh 22 km
Indonesia
•
31 Aug 2026

1.734 titik panas terdeteksi di Kalimantan, kabut asap kini selimuti Brunei
Indonesia
•
31 Aug 2026

Danau bendungan di Gyirong China barat daya surut, 19.000 meter persegi air hilang dalam 4 jam
Indonesia
•
31 Aug 2026
