Kremlin sebut tekanan AS buat Kuba krisis BBM

Sejumlah orang berjalan di sebuah ruas jalan yang gelap saat pemadaman listrik di Havana, Kuba, pada 15 Februari 2025. (Xinhua/Joaquin Hernandez)

AS akan membuat Kuba tidak lagi menerima minyak Venezuela setelah operasi pada Januari lalu untuk menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

 

Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Rusia pada Senin (9/2) mengatakan bahwa Kuba sedang menghadapi kelangkaan bahan bakar yang sangat parah, seraya menuduh Amerika Serikat (AS) berupaya mencekik ekonomi negara berbentuk pulau tersebut.

Situasi bahan bakar di Kuba "memang kritis," kata Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin, ketika ditanya tentang kelangkaan bahan bakar jet di Kuba dan apakah hal itu akan memengaruhi wisatawan Rusia yang berencana meninggalkan negara itu. Peskov mengatakan bahwa Rusia terus menjalin kontak intensif dengan Kuba melalui jalur diplomatik dan jalur lainnya.

"Taktik mencekik yang digunakan AS memang menyebabkan banyak kesulitan bagi negara itu. Kami sedang mendiskusikan dengan rekan-rekan Kuba kami mengenai kemungkinan cara untuk menyelesaikan masalah ini, atau setidaknya memberikan semua bantuan yang memungkinkan," ujar Peskov.

AS telah mengecap Kuba sebagai "ancaman yang tidak biasa dan luar biasa" bagi keamanan nasional AS. Washington mengatakan bahwa pihaknya akan membuat Kuba tidak lagi menerima minyak Venezuela setelah operasi pada Januari untuk menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Washington mengancam akan memberlakukan tarif terhadap negara-negara lain, termasuk Meksiko, jika mereka terus memasok bahan bakar ke Kuba.

Kuba telah memperingatkan maskapai penerbangan internasional bahwa bahan bakar jet tidak akan tersedia di negara pulau tersebut mulai Selasa (10/2), sehingga mendorong maskapai-maskapai seperti Air Canada menangguhkan atau menyesuaikan penerbangan di tengah kelangkaan bahan bakar tersebut.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait