Spesies tokek baru ditemukan di cagar alam Kamboja

Spesies tokek berjari bengkok yang ditemukan di Taman Nasional Kirirom, Kamboja, yang telah diidentifikasi sebagai 'Cyrtodactylus kiriromensis'. (Neang Thy, Manajer Konservasi Wild Earth Allies Kamboja)
Spesies baru tokek berjari bengkok (bent-toed gecko) dengan nama latin Cyrtodactylus kiriromensis ditemukan pada batang-batang pohon, di pangkal pohon, di atas bebatuan besar di dekat aliran sungai, serta di sepanjang jalan setapak hutan pada malam hari di hutan semi-evergreen.
Phnom Penh, Kamboja (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah spesies baru tokek berjari bengkok (bent-toed gecko) telah ditemukan di Taman Nasional Kirirom yang terkenal di Kamboja, demikian menurut rilis pers bersama yang diterima pada Rabu (25/2).
Temuan-temuan tersebut, yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Zootaxa, menyoroti keanekaragaman hayati yang luar biasa dan masih terus berkembang di Pegunungan Cardamom, di mana banyak spesies tidak ditemukan di tempat lain di Bumi, papar rilis pers yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja dan Wild Earth Allies.
Spesies itu, Cyrtodactylus kiriromensis, termasuk dalam kelompok tokek berjari bengkok yang sebelumnya dianggap mewakili satu spesies yang tersebar luas, ungkap rilis pers tersebut. Penelitian lanjutan sejak saat itu mengungkap kelompok ini terdiri dari beberapa spesies yang berbeda dan hanya ditemukan di lokasi-lokasi tertentu di kawasan Pegunungan Cardamom, imbuh rilis itu.
Spesies baru ini ditemukan pada batang-batang pohon, di pangkal pohon, di atas bebatuan besar di dekat aliran sungai, serta di sepanjang jalan setapak hutan pada malam hari di hutan semi-evergreen, menurut rilis pers tersebut. Lebih lanjut rilis itu memaparkan bahwa penamaan spesies ini diambil dari nama Taman Nasional Kirirom, kawasan lindung di Provinsi Kampong Speu yang memiliki ciri khas hutan pinus, hutan semi-evergreen dan evergreen, serta rumpun bambu.
Taman nasional ini merupakan destinasi populer bagi para pengunjung di daerah tersebut.
"Penemuan spesies keanekaragaman hayati baru dengan jelas menegaskan pentingnya tutupan hijau di dalam kawasan lindung, yang memiliki signifikansi tak ternilai bagi manusia dan alam," kata Khvay Atitya, wakil sekretaris negeri sekaligus juru bicara Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja.
"Kawasan lindung memainkan peran fundamental dalam melestarikan sumber daya alam dan melindungi lingkungan, serta dalam memastikan keberlanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang," tambahnya.
Neang Thy, manajer konservasi Kamboja Wild Earth Allies, mengatakan penemuan itu mengingatkan bahwa keanekaragaman hayati Kamboja masih jauh dari sepenuhnya terdokumentasi.
"Bahkan di kawasan lindung yang sudah terkenal seperti Taman Nasional Kirirom, masih ada spesies yang menunggu untuk diidentifikasi. Penelitian lapangan yang berkelanjutan sangat penting untuk memahami dan melindungi satwa liar unik negara ini," ujarnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Spesies kodok baru ditemukan di China selatan
Indonesia
•
07 Aug 2023

Studi Australia sebut perubahan iklim dapat tingkatkan krisis apnea tidur
Indonesia
•
18 Jun 2025

Feature – Dari robot hingga burung merak, menilik evolusi pabrik-pabrik di China
Indonesia
•
26 May 2024

Sampel eksperimen ilmiah dari stasiun luar angkasa China tiba di Bumi
Indonesia
•
06 Dec 2022
Berita Terbaru

Lubang raksasa di Aceh Tengah kian melebar, peneliti BRIN ungkap penyebabnya
Indonesia
•
23 Feb 2026

Pendekatan ekoteologi Islam perkuat tata kelola lingkungan
Indonesia
•
24 Feb 2026

Model AI ASTERIS mampu buat citra dari eksplorasi ruang angkasa terdalam
Indonesia
•
24 Feb 2026

Menuju era 6G: Peneliti China ciptakan sistem internet super cepat, tembus 512 Gbps
Indonesia
•
22 Feb 2026
