Feature – Astronaut China panen tomat di tengah misi luar angkasa

Gambar tangkapan layar dari video yang dirilis oleh Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA) pada 16 Februari 2026 ini menunjukkan para taikonaut Shenzhou-21, yakni Zhang Lu (tengah), Wu Fei (kiri), dan Zhang Hongzhang, saat menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek dari stasiun luar angkasa Tiangong milik China. (Xinhua)
Misi Shenzhou-21 di stasiun luar angkasa Tiangong mendapatkan hadiah luar biasa, yakni panen tomat yang melimpah dari budi daya di orbit.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Saat China merayakan Festival Musim Semi 2026, para astronaut yang bertugas dalam misi Shenzhou-21 di stasiun luar angkasa Tiangong mendapatkan hadiah luar biasa, yakni panen tomat yang melimpah dari budi daya di orbit.
"Kebun sayur luar angkasa" sekali lagi menunjukkan potensi kehidupan tanaman yang berkelanjutan di luar atmosfer Bumi.
Dalam sebuah video yang dipublikasikan oleh China Media Group (CMG) pada Rabu (18/2), astronaut Zhang Hongzhang mengajak audiens di Bumi untuk melakukan tur virtual ke tempat yang dia sebut sebagai ‘pojok penyembuhan’ di Tiangong dan menunjukkan tanaman-tanaman tomat yang tumbuh subur.
Perangkat yang berfungsi memelihara tanaman-tanaman itu disebut sistem budi daya aeroponik, yang dikembangkan oleh tim peneliti dari Pusat Penelitian dan Pelatihan Astronaut China.
Cara kerjanya adalah mengubah air menjadi kabut halus. Metode tersebut dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi penggunaan air, jelas Zhang.
"Selain itu, sistem ini juga menggunakan spektrum cahaya LED yang dirancang khusus, yang sangat meningkatkan efisiensi energi. Hasilnya adalah tanaman-tanaman tomat yang tumbuh subur di luar angkasa seperti yang kita lihat di hadapan kita ini," paparnya.
Perangkat aeroponik tersebut dikirim ke stasiun luar angkasa Tiangong menggunakan wahana antariksa kargo Tianzhou-9 pada Juli 2025. Misi utamanya adalah memvalidasi teknologi-teknologi penting untuk budi daya tanaman yang efisien di lingkungan mikrogravitasi, ungkap laporan CMG.
Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar bagi misi luar angkasa jangka panjang di masa mendatang, di mana sistem pendukung kehidupan bioregeneratif bisa terbukti esensial.
Pemandangan dan aroma tomat yang ranum menjadi suguhan istimewa bagi semua astronaut di Tiangong.
"Lihatlah tomat-tomat ini. Warnanya sangat menggoda, dengan aroma segar yang samar. Setiap kali saya melewati area ini, saya ingin menarik napas dalam-dalam dan menikmati aroma segarnya," ujar astronaut Wu Fei.
"Saat ini, kami merawatnya setiap hari dan mencatat data pertumbuhannya. Data berharga tentang pertumbuhan tanaman di orbit ini akan menjadi referensi yang sangat baik untuk budi daya tanaman di luar angkasa di masa depan," lanjut Wu.
Penelitian ini lebih dari sekadar pengamatan. Para ilmuwan di Bumi secara sistematis menggunakan fasilitas tersebut untuk menyelidiki berbagai aspek pertanian di antariksa, termasuk metode budi daya yang efisien, produktivitas buah dan sayuran, kapasitas regenerasi atmosferik tanaman, serta protokol yang dioptimalkan untuk perawatan tanaman oleh awak.
Rencana mendatang untuk "kebun luar angkasa" Tiangong mencakup uji coba budi daya aeroponik gandum, wortel, dan spesies tanaman obat, yang secara bertahap memperluas keragaman tanaman yang dapat dibudidayakan di lingkungan orbit, papar laporan tersebut.
Bagi para astronaut, merawat taman kecil tersebut memberikan dukungan psikologis yang sangat besar di tengah padatnya jadwal mereka.
"Melihat semburat warna hijau yang begitu cerah di tengah ruang angkasa nan luas sungguh pemandangan yang menyejukkan hati," kata astronaut Zhang Lu. "Pemandangan itu juga memberi kami kepercayaan diri yang lebih besar untuk menyelesaikan tugas-tugas eksperimental kami selanjutnya."
"Kami akan terus mendokumentasikan pertumbuhan tomat-tomat luar angkasa ini dan membagikan lebih banyak keajaiban ekosistem luar angkasa kepada semua orang," tambahnya.
Diluncurkan pada 31 Oktober 2025, perjalanan luar angkasa para astronaut Shenzhou-21 telah melampaui 100 hari. Semua tugas, termasuk eksperimen ilmiah, pemeliharaan peralatan, dan manajemen kesehatan, berjalan lancar, sebut Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA).
Laporan: Redaksi
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Rusia akan bawa tanah dari Venus ke Bumi
Indonesia
•
18 Aug 2020

Studi sebut ukuran Galaksi Bimasakti bisa jadi lebih besar dari yang diperkirakan
Indonesia
•
12 Jul 2024

Studi: Polusi ozon ancam kesehatan vegetasi
Indonesia
•
13 Oct 2022

Tingkatkan pengalaman pengunjung, Kebun Binatang Madrid hadirkan penjaga berbasis AI di kandang panda
Indonesia
•
05 Oct 2024
Berita Terbaru

Wahana antariksa Dragon Crew-12 SpaceX sukses ‘docking’ dengan stasiun luar angkasa
Indonesia
•
15 Feb 2026

Gara-gara kucing, Percy temukan inovasi yang 'menyelamatkan' jiwa
Indonesia
•
15 Feb 2026

Bagian ini buat mata kucing bercahaya malam hari
Indonesia
•
15 Feb 2026

Peneliti China bangun jaringan cip distribusi kunci kuantum dengan cakupan jarak 3.700 km
Indonesia
•
13 Feb 2026
