Obsesi pada artis dan selebriti bisa buat otak kamu tumpul

Ilustrasi. (Ross Sneddon on Unsplash)

Obsesi pada artis dan kehidupan selebriti berhubungan langsung dengan kemampuan kognitif yang buruk.

 

Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Drama percintaan artis, skandal Hollywood, hingga kabar terbaru para selebriti memang selalu sedap dikuliti, dan sulit dilewatkan, apalagi kalau sudah FYP (For Your Page) di layar ponsel.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa ketertarikan yang berlebihan terhadap dunia selebriti mungkin bukan sekadar soal hiburan.

Studi terhadap 1.763 orang dewasa menemukan kaitan antara pemujaan selebriti dan performa kognitif yang lebih rendah.

Sebuah studi di Hongaria yang diterbitkan di BMC Psychology pada 8 Novemer 2021, menemukan "hubungan langsung antara pemujaan selebriti dan tes kognitif yang menghasilkan nilai lebih jelek."

Penelitian ini melibatkan 1.763 orang dewasa yang menyelesaikan serangkaian tugas, termasuk tes kosakata 30 kata dan tes substitusi simbol angka.

Mereka juga mengisi kuesioner ‘skala sikap selebriti’ yang dibuat untuk mengetahui seberapa tertarik mereka pada orang-orang terkenal.

Kuesioner tersebut mengharuskan para peserta survei untuk menjawab ‘ya’ atau ‘tidak’ untuk serangkaian pernyataan.

Pernyataan-pernyataan tersebut meliputi: "Saya sering merasa terdorong untuk mempelajari kebiasaan pribadi selebriti favorit saya"; "Saya terobsesi dengan detail kehidupan selebriti favorit saya"; dan "Jika saya cukup beruntung bertemu dengan selebriti favorit saya, dan dia meminta saya untuk melakukan sesuatu yang ilegal sebagai bantuan, saya mungkin akan melakukannya."

Para peneliti menyimpulkan bahwa mereka yang mendapat skor tertinggi pada skala sikap terhadap selebriti juga memiliki hasil yang lebih rendah pada dua tes kemampuan kognitif.

Namun, penelitian ini mengakui tidak dapat mengatakan apakah obsesi terhadap budaya selebriti merupakan penyebab atau konsekuensi dari kemampuan kognitif yang lebih rendah.

“Studi di masa mendatang harus mencari dukungan lebih lanjut untuk saran kami bahwa upaya kognitif yang diinvestasikan dalam mempertahankan ketertarikan pada selebriti favorit dapat mengganggu kinerja seseorang dalam tugas-tugas yang membutuhkan perhatian dan keterampilan kognitif lainnya,” kata para peneliti kepada PsyPost.

“Meskipun penelitian kami tidak membuktikan bahwa mengembangkan obsesi yang kuat terhadap selebriti favorit menyebabkan seseorang mendapat skor lebih rendah pada tes kognitif, hal ini menunjukkan bahwa mungkin bijaksana untuk memantau perasaan terhadap (mereka) dengan cermat.”

Sumber: https://www.independent.co.uk/life-style/celebrities-obsessed-study-less-intelligent-b1989280.html

Laporan: Redaksi

 

Bagikan

Komentar

Berita Terkait