
Model AI Green Shield pastikan penggunaan pestisida yang tepat

Sebuah mesin pertanian yang dilengkapi sistem navigasi Beidou beroperasi di sebuah ladang gandum di Desa Cuilou, wilayah Xiayi, Provinsi Henan, China tengah, pada 12 Maret 2025. (Xinhua/Wang Gaochao)
Model AI Green Shield dirancang untuk memberikan panduan pertanian berbasis ilmiah dan memastikan penggunaan pestisida yang tepat.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China meluncurkan model bahasa besar (large language model/LLM) sumber terbuka pertamanya, Green Shield, untuk meningkatkan perlindungan tanaman.
Dikembangkan oleh Universitas Pertanian Nanjing (Nanjing Agricultural University/NAU) bekerja sama dengan National Key Laboratory of Agricultural Biosafety dan lebih dari 30 institusi industri, model itu dirancang untuk memberikan panduan pertanian berbasis ilmiah dan memastikan penggunaan pestisida yang tepat. Demikian dilaporkan Science and Technology Daily pada Selasa (26/5).
"China sering menghadapi wabah hama tanaman serta masalah resistensi pestisida," kata Dong Shameng, pemimpin proyek tersebut sekaligus wakil dekan Fakultas Perlindungan Tanaman NAU.
Dong, yang kemudian dikutip oleh surat kabar tersebut saat berbicara kepada para peserta dalam peluncuran pada Senin (25/5) mengatakan, "Para petani sangat membutuhkan bimbingan profesional di tingkat akar rumput. Namun LLM serba guna sering kali memberikan jawaban yang tidak akurat untuk pertanyaan tentang perlindungan tanaman dan, yang lebih penting, memberikan saran yang kurang terstandardisasi, bahkan terkadang berisiko, mengenai penggunaan pestisida."
Untuk mengatasi masalah tersebut, tim itu membangun korpus khusus yang terdiri dari 2,5 miliar lebih token yang berasal dari makalah akademis, paten, standar nasional, dan laporan lapangan. Korpus tersebut mencakup tanaman utama, termasuk padi, gandum, kedelai, sayuran, dan pohon buah-buahan, serta mengintegrasikan informasi mengenai pemantauan hama, langkah-langkah pengendalian ramah lingkungan, dan registrasi pestisida, menurut laporan tersebut.
Wang Dongbo, seorang profesor di Fakultas Manajemen Informasi NAU, mengatakan bahwa model itu dapat mengidentifikasi jenis tanaman, tahap pertumbuhan, dan gejala penyakit tanaman secara presisi. Model tersebut kemudian menghasilkan strategi pengendalian pertumbuhan yang terintegrasi.
"Dengan pelatihan yang tertarget, model ini bekerja dengan baik dan mampu mengenali hama dengan tingkat presisi tinggi," ujar Wang.
Sebelum memberikan rekomendasi apa pun, model tersebut secara otomatis melakukan pengecekan silang terhadap basis data registrasi pestisida nasional untuk memverifikasi setiap bahan kimia terhadap daftar larangan, tanaman yang disetujui, dan batas dosis penggunaan. Setiap saran yang tidak sesuai aturan akan diblokir dan dikoreksi secara otomatis, sehingga mencegah penyalahgunaan pestisida sejak awal, kata Wang.
Wang Yuanchao, wakil presiden NAU, mengatakan universitas tersebut akan melanjutkan uji lapangan dan iterasi model untuk menciptakan alat cerdas yang "mudah dipahami, dapat digunakan, dan efektif" bagi petani, memberdayakan pertanian modern dengan teknologi digital di seluruh rantai produksi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Ajang Maraton Robot di Beijing dorong ‘evolusi cepat’ robot humanoid
Indonesia
•
20 Apr 2026

Perubahan iklim dorong deteksi DNA teritip invasif di Arktik Kanada
Indonesia
•
15 Sep 2025

Rusia jajaki suplai dan produksi bersama pesawat tempur Su-57 dengan mitra strategisnya
Indonesia
•
16 Nov 2023

Spesies tanaman baru ditemukan di Provinsi Yunnan, China
Indonesia
•
21 Feb 2024


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
