Satu set perhiasan emas kuno dari era Abbasiyah ditemukan di Arab Saudi

Sebuah koleksi yang terdiri atas 100 buah perhiasan emas dari era Abbasiyah (750–1258 M) telah ditemukan di wilayah Al-Qassim, Arab Saudi, demikian diumumkan oleh Komisi Warisan Saudi pada 20 Mei 2026. (Arab News)

Teknik-teknik pembuatan perhiasan ini mencerminkan keahlian tingkat lanjut pada periode Abbasiyah dan perkembangan pembuatan perhiasan emas selama era tersebut.

 

Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Sebuah koleksi yang terdiri atas 100 buah perhiasan emas dari era Abbasiyah (750–1258 M) telah ditemukan di wilayah Al-Qassim, Arab Saudi, demikian diumumkan oleh Komisi Warisan Saudi pada 20 Mei lalu.

Artefak kuno tersebut diperkirakan merupakan satu set perhiasan lengkap, dan dirancang menyerupai bunga dengan hiasan batu yang terpasang di dalam bingkai emas.

Terdapat juga sebuah benda berbentuk cakram besar yang dihiasi dengan batu berwarna yang disusun simetris dalam pola tengah, serta sekelompok besar manik-manik multiwarna dan pemisah emas yang halus.

Barang-barang tersebut dibuat menggunakan teknik penempaan dan pembentukan tangan pada lembaran emas, bersama dengan penekanan dekoratif dan tatahan batu di dalam bingkai.

Teknik-teknik ini mencerminkan keahlian tingkat lanjut pada periode tersebut dan perkembangan pembuatan perhiasan emas selama era Abbasiyah, menurut komisi tersebut.

Barang-barang tersebut ditemukan di situs arkeologi Dariyah sebagai bagian dari musim keempat proyek survei dan penggalian arkeologi komisi tersebut.

CEO Komisi Warisan Saudi, Dr. Jasir Suliman Alherbish, mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Penemuan di Dariyah ini mencerminkan kekayaan warisan budaya Kerajaan dan perannya yang telah lama sebagai persimpangan jalur perdagangan dan pertukaran budaya.

“Ini menggarisbawahi komitmen Komisi Warisan terhadap penelitian, dokumentasi, dan pelestarian, yang selanjutnya memperkuat pemahaman tentang sejarah Kerajaan dan melindungi warisan budayanya.”

Penggalian arkeologi tersebut juga mengungkap fitur arsitektur yang berasal dari periode Abbasiyah, termasuk fondasi bangunan batu, dinding lumpur, perapian, dan ruangan berplester, selain bejana tembikar dan peralatan logam.

Temuan ini menunjukkan pemukiman manusia yang berasal dari akhir abad kesembilan Masehi dan menegaskan pentingnya nilai strategis situs ini di sepanjang jalur ziarah dan perdagangan.

Terletak di barat daya wilayah Al-Qassim, Dariyah adalah salah satu situs arkeologi penting di Arab Saudi, dengan bukti aktivitas dari periode pra-Islam hingga awal era Islam.

Secara historis, tempat ini merupakan persinggahan penting di jalur perdagangan dan ziarah kuno, termasuk jalur Haji Basran dari Irak.

Sisa-sisa yang masih ada, terletak di antara pegunungan dan lembah, meliputi gundukan arkeologi, fondasi bangunan batu, pecahan tembikar dan kaca, artefak batu sabun, dan prasasti Islam di daerah sekitarnya, yang mencerminkan signifikansi sejarah dan budaya situs yang telah lama ada.

Sumber: https://www.arabnews.com/node/2644143/saudi-arabia

Laporan: Redaksi

 

Bagikan

Komentar

Berita Terkait