
Spesies tokek baru ditemukan di China selatan

Foto dari udara yang diabadikan pada 29 Juni 2022 ini menunjukkan kawasan Bawangling di Taman Nasional Hutan Hujan Tropis Hainan, Provinsi Hainan, China selatan. (Xinhua/Zhang Liyun)
Spesies tokek baru yang ditemukan di Taman Nasional Hutan Hujan Tropis Hainan China memiliki ciri khas berupa sisik berkutil di sepanjang punggung dan ekornya, anggota tubuh yang halus, dan selaput di antara jari-jari kakinya.
Haikou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti China menemukan spesies tokek baru di Taman Nasional Hutan Hujan Tropis Hainan China, menyoroti kekayaan keanekaragaman hayati di ekosistem yang dilindungi di Hainan, provinsi yang berbentuk pulau di China selatan.Tokek berwarna hijau tua itu ditemukan dalam sebuah ekspedisi lapangan pada Oktober 2024 di seksi Bawangling di taman nasional tersebut, demikian disampaikan oleh departemen kehutanan Provinsi Hainan pada Kamis (15/5).Analisis filogenetik selanjutnya, serta perbandingan genetik dan morfologis, mengonfirmasi bahwa tokek itu berbeda dari semua spesies tokek yang telah diketahui sebelumnya, ungkap departemen tersebut.Tokek yang baru diidentifikasi itu memiliki ciri khas berupa sisik berkutil di sepanjang punggung dan ekornya, anggota tubuh yang halus, dan selaput di antara jari-jari kakinya. Tokek jantan dewasa biasanya memiliki panjang tubuh sekitar 16 sentimeter dan berbobot sekitar 9 gram, sementara tokek betina sedikit lebih kecil.Rincian penelitian tersebut baru-baru ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Zootaxa."Penemuan ini menambah pemahaman kita tentang evolusi tokek dan menyoroti nilai ekologis hutan hujan Hainan," kata Zhou Runbang, pejabat kehutanan setempat yang terlibat dalam penemuan tersebut. "Penemuan ini juga mencerminkan kemajuan sistem cagar alam berbasis taman nasional di China."Pada 2021, China menetapkan taman nasional batch pertamanya, yang mencakup area lahan lindung seluas 230.000 kilometer persegi. Taman-taman ini, termasuk Taman Nasional Hutan Hujan Tropis Hainan, merupakan rumah bagi hampir 30 persen spesies satwa liar terestrial penting di negara tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Australia diperkirakan alami musim dingin hangat selama 3 tahun beruntun
Indonesia
•
12 Apr 2025

Tim peneliti China capai terobosan dalam teknologi pendinginan hijau
Indonesia
•
22 Jan 2026

Fosil ikan galeaspida baru ditemukan di Formasi Xiushan, China tengah
Indonesia
•
14 Jul 2023

Spanyol berencana ubah waduk jadi ‘baterai’ untuk penyimpanan energi surplus
Indonesia
•
03 Aug 2024


Berita Terbaru

Feature – Pabrik alat berat China pelopori upaya menuju produksi nol karbon
Indonesia
•
13 Apr 2026

Platform dokter digital berteknologi AI layani penyakit Parkinson
Indonesia
•
14 Apr 2026

Sayuran berdaun bantu ekstraksi logam beracun dari tanah, tawarkan masa depan pertambangan berkelanjutan
Indonesia
•
14 Apr 2026

Tim Ilmuwan temukan cara baru perkuat ketahanan padi terhadap penyakit mematikan
Indonesia
•
14 Apr 2026
