
PBB: Hampir 25 juta orang hadapi kerawanan pangan akut di RD Kongo

Seorang tentara berjaga di Kota Oicha di wilayah Beni, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik (RD) Kongo, pada 17 Agustus 2025. (Xinhua/Str)
Situasi keamanan di RD Kongo bagian timur memburuk dengan drastis di tengah pertempuran baru yang melibatkan kelompok pemberontak Gerakan 23 Maret, yang merebut sejumlah kota utama, termasuk Goma dan Bukavu.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Hampir 25 juta orang, atau lebih dari 20 persen populasi, menghadapi tingkat kerawanan pangan akut yang tinggi di Republik Demokratik (RD) Kongo, seperti diungkapkan seorang juru bicara (jubir) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (12/11).RD Kongo masih menjadi salah satu negara yang paling terdampak oleh kerawanan pangan, dengan situasi yang sangat parah di bagian timur, kata Stephane Dujarric, jubir sekretaris jenderal PBB, dalam sebuah taklimat harian.Menurut analisis Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu terbaru, jumlah tersebut diproyeksikan akan meningkat menjadi hampir 27 juta orang pada paruh pertama 2026, katanya.Dujarric mengatakan bahwa Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) masih sangat khawatir dengan serangan yang terus berlanjut terhadap warga sipil di wilayah Beni dan Lubero di Provinsi Kivu Utara dan juga di Provinsi Ituri, di mana lebih dari 1.000 orang dilaporkan tewas di dua provinsi tersebut sejak awal tahun ini.Dampaknya terhadap layanan kesehatan sangat parah, dengan setidaknya enam fasilitas diserang sejak awal 2025 dan total setidaknya 28 fasilitas kesehatan terdampak serangan bersenjata sejak 2024, kata jubir itu.Dia mengatakan bahwa OCHA menegaskan kembali seruannya kepada semua pihak untuk menghormati hukum humaniter internasional serta memastikan perlindungan warga sipil dan infrastruktur sipil.Sejak Januari, situasi keamanan di RD Kongo bagian timur memburuk dengan drastis di tengah pertempuran baru yang melibatkan kelompok pemberontak Gerakan 23 Maret, yang merebut sejumlah kota utama, termasuk Goma dan Bukavu.Badan-badan kemanusiaan mengatakan bahwa kekerasan yang meningkat telah menyebabkan ratusan ribu warga sipil mengungsi, memperparah krisis yang sudah mengerikan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Jihad Islam sebut susunan "Dewan Perdamaian" Gaza yang diumumkan AS layani kepentingan Israel
Indonesia
•
18 Jan 2026

COVID-19 – Kemenkes Saudi mulai berikan dosis vaksin ‘booster’
Indonesia
•
21 Oct 2021

Trump ancam "Kuba akan jadi yang berikutnya" usai serangan AS terhadap Venezuela dan Iran
Indonesia
•
28 Mar 2026

Putin sebut pengembangan triad nuklir tetap jadi "prioritas mutlak" bagi Rusia
Indonesia
•
23 Feb 2026


Berita Terbaru

Sekitar 500.000 orang ikut demo di Prancis, 200.000 pengunjuk rasa padati Paris
Indonesia
•
01 Nov 2026

Esai – Di usia 16 tahun, saya memanggul senapan dan merindukan rumah
Indonesia
•
30 Oct 2026

Netanyahu terdesak, oposisi unggul dalam ‘exit poll’, tetapi mayoritas masih buntu
Indonesia
•
28 Oct 2026

Fokus Berita – Pemilu Israel di tengah operasi militer, warga Palestina khawatir kehidupan kian sulit
Indonesia
•
28 Oct 2026
