
China adakan sidang tahunan ‘Dua Sesi’, soroti rencana lima tahun ke-15

Sidang pembukaan sesi keempat Komite Nasional Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China (Chinese People's Political Consultative Conference/CPPCC) ke-14 digelar di Balai Agung Rakyat di Beijing, ibu kota China, pada 4 Maret 2026. (Xinhua/Jin Liangkuai)
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sidang tahunan China yang dikenal sebagai ‘Dua Sesi’ saat ini sedang berlangsung di Beijing, ibukota China. Pertemuan politik penting tahun ini mendapat sorotan karena akan membahas arah baru pembangunan untuk perekonomian terbesar kedua di dunia itu.
Lebih dari 2.000 penasihat politik menghadiri pembukaan sesi keempat Komite Nasional Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China (Chinese People's Political Consultative Conference/CPPCC) ke-14. Lembaga ini merupakan badan penasihat politik tertinggi di negara itu.
Ketua Komite Nasional CPPCC Wang Huning menyampaikan laporan mengenai kinerja Komite Tetap CPPCC di hadapan Presiden China Xi Jinping serta para pemimpin partai dan negara lainnya di Balai Agung Rakyat di Beijing, ibu kota China.
Dalam laporannya, Wang menilai China telah mencapai kemajuan nyata dalam proses modernisasi nasional. Dirinya juga menyebut negara itu berhasil memenuhi berbagai target utama pembangunan ekonomi dan sosial yang ditetapkan untuk 2025, sekaligus menuntaskan Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025).
Wang menyerukan kepada para penasihat politik untuk secara konsisten menghimpun dukungan publik, membangun konsensus yang lebih luas, serta menggalang gagasan dan kekuatan kolektif pada 2026 guna memastikan awal yang baik bagi pelaksanaan Rencana Lima Tahun ke-15.
Sebagai informasi, CPPCC memiliki peran penting dalam mekanisme kerja sama multipartai dan konsultasi politik di bawah kepemimpinan Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC).
Para anggotanya berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari partai politik, organisasi masyarakat, tokoh independen, hingga berbagai sektor profesional, seperti ilmuwan, pengusaha, dokter, guru, dan pengacara.
Sebagai informasi, sidang CPPCC dijadwalkan akan berlangsung hingga 11 Maret mendatang.
Sementara itu, sidang tahunan badan legislatif tertinggi China, Kongres Rakyat Nasional (National People's Congress/NPC) telah dimulai pada Kamis (5/3).
Secara kolektif, kedua pertemuan tersebut dikenal sebagai ‘Dua Sesi’. Agenda tahunan itu kerap dipandang sebagai jendela penting untuk memahami dinamika politik China, sistem pemerintahan, serta arah kebijakan China di masa mendatang.
Selama sepekan ke depan, para penasihat politik akan melakukan diskusi intensif mengenai draf Rencana Lima Tahun ke-15 dan menyampaikan berbagai usulan berdasarkan keahlian mereka masing-masing.
Proses musyawarah itu dinilai telah terbukti efektif. Pada 2021, ketika China merampungkan Rencana Lima Tahun ke-14 serta target pembangunan jangka panjang hingga 2035, masukan-masukan dari anggota parlemen dan penasihat politik menghasilkan 55 revisi pada dokumen final.
Penasihat politik nasional sekaligus chairman perusahaan solusi energi cerdas, Nan Cunhui, mengatakan bahwa proses tersebut bukan sekadar memperbaiki detail-detail kebijakan.
"Ini juga menjadi kesempatan untuk membangun konsensus, menyatukan kekuatan, dan memotivasi semua pihak untuk mencapai tujuan dalam rencana lima tahun ke depan," ujar Nan.
Rencana Lima Tahun ke-15
Dalam setiap pertemuan, sejumlah indikator utama, seperti target produk domestik bruto (PDB), anggaran pertahanan, dan sinyal kebijakan luar negeri, selalu menjadi perhatian. Namun, pada tahun ini, perhatian terbesar tertuju pada penyusunan Rencana Lima Tahun ke-15.
Para anggota parlemen akan membahas rancangan rencana tersebut dalam beberapa hari ke depan. Setelah disahkan, dokumen itu akan menjadi panduan pembangunan China hingga akhir dekade ini.
Rencana tersebut juga diharapkan mempercepat langkah China menuju tujuan jangka panjang, yakni menjadi negara sosialis modern yang maju di berbagai bidang pada pertengahan abad ke-21.
Analis geostrategis, Imran Khalid, dalam artikel opini yang terbit di Eurasia Review pada 28 Februari, menyebut agenda ‘Dua Sesi’ 2026 berpotensi menjadi titik balik bagi arah perekonomian global.
Menurutnya, rencana pembangunan baru China dapat mendorong pergeseran menuju masa depan ekonomi yang lebih maju serta berbasis teknologi dan konsumsi domestik sehingga memberikan dampak luas, bahkan secara global.
Selain membahas arah ekonomi, agenda legislatif dalam musim politik ini juga mencakup pembahasan sejumlah rancangan undang-undang (RUU), termasuk rancangan kode lingkungan hidup, RUU tentang persatuan dan kemajuan etnis, serta RUU mengenai perencanaan pembangunan nasional.
Pembahasan kode lingkungan hidup dinilai menjadi relevan karena China semakin mendekati target untuk mencapai puncak emisi karbon dioksida pada 2030.
Perumusan Rencana Lima Tahun ke-15 melanjutkan tradisi perencanaan pembangunan nasional yang telah menjadi ciri khas China sejak awal 1950-an.
Para analis menilai, siklus perencanaan lima tahunan membantu pemerintah menyalurkan sumber daya secara lebih terarah dan menjaga kesinambungan kebijakan pembangunan.
Dengan pendekatan tersebut, arah pembangunan dapat bergerak secara bertahap dan relatif stabil, alih-alih mengalami perubahan kebijakan yang drastis.
Penasihat politik nasional sekaligus ekonom industri dari Institut Sosialisme Jiangxi, Wu Fenggang, mengatakan bahwa rencana baru tersebut memiliki landasan kuat yang telah dibangun selama periode Rencana Lima Tahun ke-14.
"Kemajuan besar, seperti perkembangan energi terbarukan, memberi kami kepercayaan diri untuk melangkah ke tahap berikutnya," kata Wu Fenggang.
Tantangan dan peluang baru
Pada 2025, PDB China tercatat melampaui 140 triliun yuan.
*1 yuan = 2.448 rupiah
Sejumlah indikator pembangunan lainnya, seperti produktivitas tenaga kerja, tingkat urbanisasi, rata-rata angka harapan hidup, serta belanja penelitian dan pengembangan (litbang) nasional, juga disebut telah memenuhi, bahkan melampaui target.
Meski demikian, China diperkirakan akan menghadapi sejumlah tantangan.
Dari sisi eksternal, ketegangan geopolitik, peningkatan proteksionisme, serta perlambatan ekonomi global, juga berpotensi memengaruhi pertumbuhan negara tersebut.
Sementara itu, dari dalam negeri, China juga dihadapkan pada sejumlah isu, seperti pelemahan permintaan domestik, tekanan demografis, serta kebutuhan untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Dalam konteks tersebut, pembangunan berkualitas tinggi diperkirakan akan menjadi fokus utama strategi pembangunan China ke depan.
Rekomendasi yang dirilis Komite Sentral CPC pada Oktober lalu juga menyoroti sejumlah sektor yang diproyeksikan menjadi motor penggerak baru dalam pertumbuhan, seperti energi hidrogen dan energi fusi nuklir, antarmuka otak-komputer, kecerdasan buatan berwujud (embodied AI), serta teknologi komunikasi seluler 6G.
Profesor Universitas Sains dan Teknologi Informasi Beijing sekaligus penasihat politik nasional, Zhu Lianqing, menilai bahwa dalam lima tahun ke depan, akan ada semakin banyak inovasi teknologi yang dihasilkan laboratorium dan masuk ke sektor ekonomi riil.
"Teknologi tersebut akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat," tutur Zhu.
Penelitian yang dipimpin Zhu di bidang optoelektronik dan penginderaan cerdas, misalnya, telah berkontribusi pada berbagai terobosan China dalam pengembangan material baru, industri kedirgantaraan, serta ekonomi ketinggian rendah (low-altitude economy).
Menurutnya, China perlu mempercepat pengembangan industri masa depan dan mendorong inovasi teknologi yang lebih mendasar.
"Kami harus mempercepat langkah dalam mengembangkan industri-industri baru yang berorientasi masa depan, serta mendorong inovasi dan terobosan nyata dalam teknologi inti," katanya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

DK PBB adopsi resolusi, tuntut gencatan senjata di Gaza selama Ramadhan
Indonesia
•
27 Mar 2024

Laporan: Hegemoni militer AS menginjak-injak kedaulatan negara lain
Indonesia
•
08 Sep 2023

Jamaah kini dapat sentuh Ka'bah dan sholat di Hijr Ismail saat musim umroh dimulai
Indonesia
•
04 Aug 2022

Saudi buka penerbangan internasional akhir Maret 2021
Indonesia
•
28 Jan 2021


Berita Terbaru

Mojtaba Khamenei gantikan sang ayah jadi pemimpin tertinggi Iran di tengah perang lawan AS-Israel
Indonesia
•
09 Mar 2026

Sepekan konflik Hizbullah-Israel, 394 orang tewas termasuk 83 anak
Indonesia
•
09 Mar 2026

CENTCOM umumkan personel militer ke-7 AS yang tewas dalam serangan AS-Israel ke Iran
Indonesia
•
09 Mar 2026

Garda Revolusi Islam Iran nyatakan kesetiaan kepada pemimpin tertinggi baru Mojtaba Khamenei
Indonesia
•
09 Mar 2026
