Hamas setujui rencana pelucutan senjata bertahap di Gaza, gencatan senjata masuki babak baru

Foto yang diabadikan pada 25 Juli 2026 ini menunjukkan tenda-tenda pengungsi Palestina di Gaza City. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

Kairo/Washington, Mesir/Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Hamas dan faksi-faksi Palestina telah menyepakati sebuah rencana untuk mengimplementasikan fase kedua perjanjian gencatan senjata di Gaza, termasuk proses bertahap untuk menginventarisasi dan menyimpan senjata mereka, demikian dilaporkan stasiun televisi milik negara Mesir pada Jumat (31/7) pagi waktu setempat.

Komite Nasional untuk Administrasi Gaza akan mengawasi dan melaksanakan proses inventarisasi serta penyimpanan senjata secara bertahap dan berurutan, menurut laporan tersebut, mengutip seorang sumber dari Mesir yang mengetahui informasi tersebut.

Dimulainya proses inventarisasi senjata akan dikaitkan dengan masuknya komite ke Jalur Gaza serta pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional, tambah laporan itu.

Perjanjian tersebut juga mencakup masuknya komite ke Gaza, pengerahan pasukan internasional, dan upaya pemulihan awal di daerah kantong itu, kata sumber tersebut.

Hamas dan faksi-faksi Palestina telah memberi tahu para mediator bahwa mereka menyetujui rencana tersebut, sementara pertemuan yang melibatkan para mediator akan segera digelar di Kairo untuk menegaskan kembali komitmen semua pihak dalam mengimplementasikan perjanjian itu, tambah lembaga penyiaran tersebut.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diunggah di platform Truth Social miliknya bahwa apa yang disebut sebagai Dewan Perdamaian (Board of Peace) telah mencapai "kesepakatan bersejarah" mengenai pelucutan senjata secara penuh terhadap Hamas dan semua kelompok bersenjata lainnya di Gaza.

Perjanjian itu akan dilaksanakan secara bertahap dan terstruktur, papar Trump, yang menambahkan bahwa begitu proses pelucutan senjata selesai, pasukan Israel akan ditarik mundur, dan Pasukan Stabilisasi Internasional akan bekerja sama dengan pasukan kepolisian Palestina yang baru untuk mengambil alih tanggung jawab atas keamanan Gaza.

Perkembangan terbaru ini terjadi di tengah berlangsungnya perundingan di Kairo yang melibatkan delegasi Hamas, perwakilan faksi-faksi Palestina lainnya, serta para mediator dari Mesir, Qatar, dan Turkiye, lapor media Mesir.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait