
Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi

Seorang pengunjung berinteraksi dengan robot SoftBank Group di area ekshibisi industri cerdas dan teknologi informasi di Pameran Impor Internasional China (China International Import Expo/CIIE) keenam di Shanghai, China timur, pada 7 November 2023. (Xinhua/Zhang Jiansong)
AI kini sudah memasuki fase kedua, beralih dari sekadar bot obrolan (chatbot) pembuat teks atau gambar, dan bergerak menuju agentic AI, yaitu sistem yang mampu melakukan penalaran dan bertindak secara otonom.
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Chairman sekaligus CEO SoftBank Group Masayoshi Son pada Rabu (24/6) mengatakan bahwa perusahaan tersebut akan lebih fokus pada empat bidang utama, yaitu model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), cip, infrastruktur, dan robotik, seiring upaya perusahaan itu dalam meningkatkan ekspansi di bidang AI.
Berbicara dalam rapat umum pemegang saham tahunan konglomerat investasi dan teknologi Jepang di Tokyo, Son memaparkan strategi AI grup tersebut dan mengisyaratkan niatnya untuk tetap memimpin perusahaan itu selama 10 hingga 15 tahun ke depan guna mewujudkan ambisinya di bidang AI.
Di empat bidang tersebut, SoftBank telah berinvestasi pada OpenAI yang berbasis di Amerika Serikat (AS), memajukan rencana pembangunan pusat data, serta mengakuisisi sejumlah saham di perusahaan-perusahaan yang berspesialisasi dalam desain cip dan robotik.
CEO berusia 68 tahun tersebut juga menepis kekhawatiran bahwa sektor AI telah memasuki zona gelembung (bubble territory).
"Masyarakat mungkin bertanya-tanya apakah AI hanyalah sebuah gelembung, sama seperti yang mereka ragukan terhadap internet," ujar Son dalam pertemuan tersebut. "Namun, jika kita melihat kembali selama 30 tahun terakhir, perusahaan-perusahaan internet terkemuka justru tumbuh pesat. Dibandingkan dengan hal itu, revolusi AI baru saja dimulai."
Dia menyebutkan AI kini sudah memasuki fase kedua, beralih dari sekadar bot obrolan (chatbot) pembuat teks atau gambar, dan bergerak menuju agentic AI, yaitu sistem yang mampu melakukan penalaran dan bertindak secara otonom.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sekjen PBB luncurkan badan penasihat di bidang AI
Indonesia
•
27 Oct 2023

SpaceX kembali luncurkan 23 satelit internet Starlink ke luar angkasa
Indonesia
•
07 Apr 2024

China rilis daftar isu iptek utama 2024
Indonesia
•
04 Jul 2024

Teleskop FAST China deteksi lebih dari 740 pulsar sejak diluncurkan
Indonesia
•
08 Feb 2023


Berita Terbaru

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

China perluas stasiun luar angkasa Tiangong, siap berubah jadi kompleks antariksa raksasa
Indonesia
•
24 Jun 2026

China klaim AI-nya tumbuh eksplosif! Konsumsi token harian capai 100 triliun
Indonesia
•
24 Jun 2026

Ada teknologi yang bisa memprediksi dunia dan vaksin yang melawan kanker, ini 10 inovasi terbesar 2026
Indonesia
•
23 Jun 2026
