
Deplu AS umumkan rencana reorganisasi komprehensif

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 8 Agustus 2018 ini menunjukkan gedung Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) di Washington DC, AS. (Xinhua/Ting Shen)
Rencana reorganisasi Deplu AS akan mengurangi jumlah staf di AS sebanyak 15 persen dan menghilangkan lebih dari 130 kantor domestik.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio pada Selasa (22/4) mengumumkan rencana komprehensif untuk melakukan reorganisasi terhadap Departemen Luar Negeri (Deplu) AS, yang bertujuan untuk mengimplementasikan kebijakan luar negeri ‘America First’ Presiden AS Donald Trump.Dalam pernyataannya, Menlu Rubio mengatakan "kita sedang menghadapi tantangan yang luar biasa di seluruh dunia" dan "saat ini, Departemen Luar Negeri AS terlalu besar, birokratis, dan tidak mampu menjalankan misi diplomatiknya yang esensial di era baru persaingan kekuatan besar ini.""Selama 15 tahun terakhir, rekam jejak Deplu telah mengalami pertumbuhan yang belum pernah terjadi dan biaya melonjak. Namun, alih-alih melihat keuntungan atas investasi, para pembayar pajak justru melihat diplomasi dengan efektivitas dan efisiensi yang lebih rendah. Birokrasi yang rumit telah menciptakan sistem yang lebih terikat pada ideologi politik radikal alih-alih memajukan kepentingan nasional inti Amerika," kata Rubio."Itulah sebabnya hari ini saya mengumumkan rencana reorganisasi komprehensif yang akan membawa Deplu ke Abad ke-21," ujarnya. "Pendekatan ini akan memberdayakan Deplu dari bawah ke atas, mulai dari biro hingga ke kedutaan besar. Fungsi-fungsi khusus wilayah akan dikonsolidasikan untuk meningkatkan fungsionalitas, kantor-kantor yang redundan akan ditutup, dan program-program nonhukum yang tidak selaras dengan kepentingan nasional inti Amerika akan dihentikan."Rencana tersebut kabarnya akan mengurangi jumlah staf di AS sebanyak 15 persen dan menghilangkan lebih dari 130 kantor domestik.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Perdagangan manusia jadi tema utama khotbah Jumat di Saudi
Indonesia
•
02 Oct 2019

Fokus Berita – Hamas setujui draf gencatan senjata, tegaskan bukan kesepakatan pelucutan senjata
Indonesia
•
01 Aug 2026

China desak Filipina hentikan pelanggaran dan provokasi maritim
Indonesia
•
08 Mar 2024

China dukung Komoro mainkan peran lebih besar dalam urusan regional dan internasional
Indonesia
•
10 Dec 2022


Berita Terbaru

Feature – Saat AfD menang 44 persen, seniman dan mahasiswa di Jerman timur mulai cemas
Indonesia
•
07 Sep 2026

Pengguna media sosial bisa ‘matikan’ rekomendasi algoritma, platform yang melanggar kena denda 1,27 triliun rupiah
Indonesia
•
08 Sep 2026

Trump ancam larang Bombardier jual jet di AS, perang dagang dengan Kanada memanas
Indonesia
•
08 Sep 2026

Israel ancam Iran lagi, Netanyahu: Kami bertekad menggulingkan Teheran
Indonesia
•
07 Sep 2026
