
PBB: Pendudukan Israel di Tepi Barat picu gelombang pengungsian warga Palestina

Seorang warga Palestina memeriksa sebuah restoran yang terbakar di dekat kota al-Lubban al-Sharqiya dan Ammuriya, di sebelah selatan Nablus, Tepi Barat, pada 5 Juli 2026. (Xinhua/Ayman Nobani)
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Aktivitas militer Israel di Tepi Barat telah menyebabkan semakin banyak warga mengungsi dan pembatasan yang kian ketat, menurut badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (10/7).
Di Tepi Barat, para mitra kemanusiaan melaporkan bahwa operasi militer Israel, perluasan pembatasan pergerakan, penghancuran bangunan, perluasan permukiman, serta aksi kekerasan oleh para pemukim Israel terus berlanjut, demikian disampaikan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA).
"Akibatnya, semakin banyak warga Palestina yang terpaksa mengungsi, risiko terhadap perlindungan mereka meningkat, dan akses terhadap tempat tinggal, mata pencaharian, serta layanan esensial menjadi semakin terbatas," menurut OCHA.
Sejak awal bulan ini, sebanyak 67 orang terpaksa mengungsi akibat penghancuran bangunan, sementara 24 bangunan telah dihancurkan, termasuk dua bangunan yang didanai oleh para donatur untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Menurut OCHA, otoritas Israel menghancurkan bangunan-bangunan tersebut dengan alasan tidak memiliki izin mendirikan bangunan, yang hampir mustahil diperoleh oleh warga Palestina.
Sejak awal tahun ini, serangan oleh para pemukim Israel dan penghancuran bangunan akibat tidak adanya izin yang dikeluarkan oleh otoritas Israel telah menyebabkan lebih dari 3.200 warga Palestina mengungsi. Angka tersebut setara dengan rata-rata 17 orang mengungsi setiap hari, atau dua kali lipat dibandingkan rata-rata harian dalam tiga tahun sebelumnya, kata OCHA.
OCHA menyatakan bahwa para mitra kemanusiaan terus menyalurkan bantuan yang sangat dibutuhkan.
Pada paruh pertama 2026, mitra yang bergerak di bidang perlindungan anak telah menjangkau lebih dari 5.300 anak dan 1.670 pengasuh anak di Kegubernuran Yerusalem melalui dukungan psikososial, dukungan pengasuhan anak, bantuan darurat, serta berbagai layanan lainnya.
Di seluruh wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, para mitra yang memimpin upaya di bidang pendidikan telah memberikan dukungan kepada sekitar 60.000 anak melalui program pembelajaran susulan dan remedial. Mereka juga merampungkan pekerjaan rehabilitasi darurat di 32 sekolah, kata OCHA.
OCHA mengungkapkan bahwa PBB bersama para mitranya juga memberikan dukungan kepada masyarakat di Gaza yang mengalami pengungsian berkepanjangan.
OCHA mengatakan Dapur Pusat Dunia (World Central Kitchen/WCK) pada Rabu (8/7) melaporkan bahwa pasukan Israel menewaskan seorang pengemudi yang bekerja untuk salah satu mitra logistiknya saat mengangkut bantuan dari perlintasan perbatasan Kerem Shalom/Karem Abu Salem menuju gudang milik organisasi tersebut di Gaza. WCK menyerukan pertanggungjawaban penuh atas insiden yang menewaskan pengemudi tersebut.
OCHA menyatakan bahwa penyakit menular masih tersebar luas di Gaza.
Pada pekan lalu, para mitra yang bergerak di bidang kesehatan memberikan lebih dari 243.000 layanan konsultasi medis di lebih dari 200 titik layanan di Gaza.
Penyakit saluran pernapasan akut dan penyakit kulit masih menjadi penyakit yang paling sering dilaporkan, sementara penyakit yang ditularkan melalui air terus meningkat, terutama di Khan Younis.
"Lebih dari 18.000 kasus baru cacar air, infestasi ektoparasit, dan impetigo, infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri, juga tercatat pekan lalu," kata OCHA. "Para mitra di bidang kesehatan memperingatkan bahwa pemberian layanan medis masih terus terkendala oleh kelangkaan atau tingginya biaya bahan bakar, oli generator, suku cadang, dan berbagai perlengkapan medis."
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

46.000 lebih unit sipil di Iran terkena serangan sejak awal konflik dengan AS-Israel
Indonesia
•
19 Mar 2026

Maskapai Ethiopian Airlines tangguhkan penerbangan ke Beirut dan Tel Aviv
Indonesia
•
08 Oct 2024

Putra mahkota Saudi juga salahkan AS saat bahas pembunuhan jurnalis Khashoggi
Indonesia
•
16 Jul 2022

100.000 anak Lebanon terancam gagal masuk sekolah akibat dampak perang
Indonesia
•
03 Jul 2026


Berita Terbaru

113 negara lebih utamakan bayar utang daripada pendidikan, UNESCO desak perubahan kebijakan
Indonesia
•
11 Jul 2026

Mendiang pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dimakamkan di Mashhad
Indonesia
•
10 Jul 2026

Israel tahan dana Rp84 triliun yang menyumbang 68 persen pendapatan Palestina
Indonesia
•
10 Jul 2026

AS kembali gempur Iran, Selat Hormuz terancam ditutup
Indonesia
•
09 Jul 2026
