
Israel terima proposal AS untuk kesepakatan gencatan senjata di Gaza

Foto yang dirilis pada 16 Mei 2025 ini menunjukkan militer Israel sedang beroperasi di Jalur Gaza. (Xinhua/Pasukan Pertahanan Israel)
Proposal Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah Steve Witkoff mencakup gencatan senjata selama 60 hari di Gaza dengan imbalan pembebasan 10 sandera yang masih hidup dan 18 jenazah dalam dua tahap.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis (29/5) mengatakan bahwa pemerintahnya menerima proposal Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah Steve Witkoff terkait gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza, seperti dilansir media milik pemerintah Israel, Kan TV.Menurut Kan, Netanyahu melontarkan pernyataan tersebut dalam sebuah pertemuan dengan keluarga para sandera yang diyakini telah meninggal dunia.Kantor Netanyahu tidak segera bersedia memberikan komentar.Sebelumnya pada Kamis, Hamas dalam sebuah pernyataan mengatakan mereka telah menerima proposal tersebut dan sedang mengkajinya.Mengutip seorang pejabat senior Israel, Kan melaporkan bahwa proposal tersebut mencakup gencatan senjata selama 60 hari di Gaza dengan imbalan pembebasan 10 sandera yang masih hidup dan 18 jenazah dalam dua tahap. Israel akan membebaskan 1.236 sandera dan tahanan Palestina, serta 180 jenazah warga Palestina.Proposal itu tidak mewajibkan Israel untuk berkomitmen mengakhiri serangannya yang telah berlangsung selama 19 bulan di Gaza, namun mengharuskan Israel dan Hamas untuk terlibat dalam perundingan gencatan senjata jangka panjang. AS, Mesir, dan Qatar akan menjadi penjamin kesepakatan gencatan senjata tersebut.Israel memperkirakan 58 sandera masih berada di Gaza, termasuk 20 orang yang diyakini masih hidup. Mereka diculik dalam serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023, yang kemudian memicu serangan Israel yang masih berlangsung hingga kini.Israel mengakhiri kesepakatan gencatan senjata tiga tahap sebelumnya pada Maret, setelah dua bulan gencatan senjata di mana Hamas membebaskan 33 sandera. Israel menolak untuk melanjutkan tahap kedua, dan melanjutkan serangannya ke Gaza pada 18 Maret.Jumlah korban tewas di Gaza akibat serangan Israel telah mencapai 54.000 orang sejak dimulainya serangan pada Oktober 2023, menurut data terbaru dari otoritas kesehatan Gaza.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Iran bersumpah akan beri respons "kuat" terhadap serangan Israel
Indonesia
•
16 Jun 2025

Induk KFC, Yum Brands Inc. hentikan pengembangan di pasar utama Rusia
Indonesia
•
09 Mar 2022

China dan ASEAN sepakat tingkatkan kemitraan strategis komprehensif ke level baru
Indonesia
•
23 Feb 2023

Jumlah jamaah umroh tahun 2021 meningkat 11,61 persen
Indonesia
•
02 Apr 2022


Berita Terbaru

PBB peringatkan situasi Tepi Barat makin memburuk, warga Palestina kian terjepit
Indonesia
•
19 Aug 2026

UEA klaim dua rudal Iran meluncur ke wilayahnya, Teheran membantah
Indonesia
•
19 Aug 2026

AS sanksi dua pejabat ICC di tengah perseteruan soal yurisdiksi dan isu Gaza
Indonesia
•
19 Aug 2026

Trump hentikan pembicaraan dengan Iran, masa depan negosiasi Washington-Teheran makin tak pasti
Indonesia
•
19 Aug 2026
