Presiden Lebanon kecam Iran karena jadikan negaranya alat negosiasi

Presiden Lebanon Joseph Aoun menyampaikan pidato dalam Debat Umum sesi ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations General Assembly/UNGA) di markas besar PBB di New York City pada 23 September 2025. (Xinhua/Li Rui)

Beirut/Yerusalem, Lebanon/Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Lebanon Joseph Aoun pada Jumat (5/6) mengecam Iran karena menggunakan Lebanon sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) dan mengkritik Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem, seraya mengatakan bahwa rakyat Lebanon lelah dengan perang dan berhak untuk hidup damai.

Aoun menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan kepala penyiar internasional CNN, Christiane Amanpour, yang dirilis oleh Kepresidenan Lebanon pada Jumat.

Pada Kamis (4/6), Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa syarat utama Iran untuk menerima gencatan senjata 8 April dengan AS dan Israel adalah gencatan senjata secara menyeluruh di semua front, termasuk Lebanon.

"Ini bukan negara Anda; ini negara kami," kata Aoun dalam wawancara tersebut, seraya menyatakan bahwa tidak dapat diterima bagi kekuatan regional untuk memanfaatkan Lebanon guna memajukan kepentingan mereka sendiri sementara warga sipil Lebanon terus menanggung konsekuensi konflik dalam bentuk korban jiwa, kondisi pengungsian, dan kehancuran.

Presiden Lebanon menegaskan bahwa negosiasi tetap menjadi satu-satunya cara yang layak untuk mengakhiri konflik antara Lebanon dan Israel. Dia menyatakan bahwa negara dan pemerintah Lebanon harus menangani isu Hizbullah secara domestik dengan mengatasi akar penyebab di balik kehadiran bersenjata kelompok tersebut, termasuk mendorong penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon serta berakhirnya konflik.

Aoun menyebutkan bahwa sebagian besar warga Lebanon dari semua kelompok dan wilayah sudah lelah dengan konflik selama puluhan tahun.

"Mereka adalah rakyat Lebanon, bukan rakyat Naim Qassem," kata Aoun, menanggapi pernyataan Qassem yang menentang kesepakatan tersebut dan mengancam akan menjatuhkan pemerintah melalui aksi protes di jalanan.

Masih pada Jumat itu, sedikitnya 13 orang tewas dan 15 lainnya terluka dalam serangkaian serangan udara serta serangan drone Israel di berbagai wilayah Lebanon selatan.

Menurut Kantor Berita Nasional (National News Agency/NNA) Lebanon, serangan tersebut menghantam sedikitnya delapan kota, termasuk Doueir, Habboush, dan Burj Qalaouiyah.

Di Distrik Tyre, sebuah serangan udara di dekat Rumah Sakit Jabal Amel menghancurkan bangunan yang menampung sebuah bank dan mengakibatkan 12 warga sipil terluka.

Sementara itu, Hizbullah menyatakan bahwa para pejuangnya menargetkan posisi pasukan dan kendaraan militer Israel di sekitar Kastel Shaqif (Beaufort) serta sejumlah wilayah lainnya.

Pada Jumat malam, Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat Lebanon dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa serangan udara Israel di Kota Zebdine menewaskan lima orang, termasuk seorang perempuan dan seorang tenaga medis, serta melukai dua orang lainnya.

Menurut Pusat Operasi Darurat Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, jumlah korban akibat serangan Israel sejak 2 Maret secara kumulatif telah mencapai 3.558 korban tewas dan 10.870 korban terluka.

Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) dalam sebuah pernyataan mengatakan telah menewaskan dua militan Hizbullah di Lebanon selatan pada Jumat.

Menurut pihak militer, kedua anggota Hizbullah tersebut terlibat dalam bentrokan sebelumnya dengan pasukan Sayeret Givati, unit pengintaian elit dan operasi khusus IDF, yang mengakibatkan seorang perwira Israel mengalami luka serius dan komandan Sayeret Givati menderita luka ringan.

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa IDF kemudian melakukan penyisiran di wilayah tersebut, menemukan dan menewaskan dua militan yang terlibat dalam insiden itu, serta secara bersamaan menggempur sejumlah target infrastruktur Hizbullah lainnya di area tersebut.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait