
Potensi metana hidrat Indonesia capai lebih dari 800 TSCF

Ilustrasi. (Ekanta Datta on Unsplash)
Potensi metana hidrat tersebar di wilayah laut dalam, terutama di kawasan Indonesia timur yang secara geologis sangat menjanjikan.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Di tengah menurunnya produksi minyak dan gas bumi konvensional, Indonesia ternyata menyimpan potensi energi alternatif yang sangat besar di dasar laut.
Sumber energi ini dikenal sebagai gas hidrat atau metana hidrat, yang dinilai memiliki prospek besar sebagai energi masa depan karena jumlahnya melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal.
Perekayasa di Pusat Riset Sumber Daya Geologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Susilohadi, memaparkan potensi gas hidrat Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 800 Trillion Standard Cubic Feet (TSCF).
Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan cadangan gas alam konvensional Indonesia, sebesar kira-kira 345 TSCF. Potensi tersebut tersebar di wilayah laut dalam, terutama di kawasan Indonesia timur yang secara geologis sangat menjanjikan.
Menurutnya, metana hidrat merupakan bentuk gas metana yang terperangkap dalam struktur padat menyerupai es.
“Gas hidrat itu sebetulnya adalah zat padat seperti es. Artinya, gas metana yang bersatu dengan air,” kata Susilohadi, Rabu (22/4), dikutip dari situs jejaring BRIN, Selasa.
Metana hidrat terbentuk secara alami pada kondisi suhu rendah dan tekanan tinggi di dasar laut, biasanya pada kedalaman lebih dari 500 meter. Meskipun berbentuk padat, kandungan metana di dalamnya sangat tinggi sehingga berpotensi menjadi sumber energi alternatif.
Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan keberadaan metana hidrat di Indonesia telah teridentifikasi di beberapa wilayah melalui metode pemetaan geofisika, seperti survei seismik. Beberapa lokasi yang telah dipetakan antara lain di bagian selatan Selat Sunda, serta wilayah utara dan selatan Selat Makassar.
Namun, luasnya wilayah laut dalam Indonesia yang mencapai sekitar sepertiga dari total perairan nasional menunjukkan potensi sebenarnya masih sangat besar dan belum sepenuhnya terungkap.
Meski memiliki potensi besar, pengembangan metana hidrat masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu kendala utamanya adalah teknologi ekstraksi yang masih dalam tahap pengembangan dan membutuhkan biaya yang sangat besar.
Selain itu, keterbatasan infrastruktur riset juga menjadi hambatan dalam pengembangan sumber energi ini di Indonesia.
“Sampai saat ini kita belum bisa mengambil data primer terkait metana hidrat. Jadi, penelitian yang dilakukan masih memanfaatkan data seismik sekunder yang sudah ada,” jelas Susilohadi.
Dia menambahkan, pemerintah berencana akan memiliki kapal riset yang lebih memadai pada 2029. Sehingga, penelitian lebih mendalam kemungkinan baru dapat dilakukan sekitar 2030.
Pengembangan metana hidrat sebagai sumber energi tidak hanya membutuhkan teknologi tinggi, tetapi juga kerja sama internasional serta komitmen jangka panjang pemerintah. Indonesia sendiri telah terlibat dalam kerja sama regional untuk mempelajari potensi dan dampak metana hidrat, baik dari sisi energi, lingkungan, maupun ekonomi.
Jika dikelola dengan baik, metana hidrat berpotensi menjadi salah satu solusi penting dalam menjaga ketahanan energi nasional di masa depan. Dengan cadangan yang besar dan tersebar luas di perairan Indonesia, sumber energi ini dapat menjadi alternatif ketika cadangan energi fosil konvensional semakin menipis.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

RCEP dan BRI dongkrak perkembangan sosial-ekonomi dan perdagangan Kamboja
Indonesia
•
07 Jan 2023

Pakar: Masuknya Ethiopia ke dalam BRICS genjot pertumbuhan ekonomi
Indonesia
•
28 Aug 2023

Harga minyak naik di Asia karena kekhawatiran pasokan global bertahan
Indonesia
•
19 May 2022

Merek ponsel pintar China dominasi pasar Afrika
Indonesia
•
26 Mar 2022


Berita Terbaru

Perajin perak Kotagede bertahan di tengah lesunya ekspor dan kenaikan harga bahan baku
Indonesia
•
28 Apr 2026

Trump ancam Inggris dengan "tarif besar" jika tak cabut pajak layanan digital
Indonesia
•
25 Apr 2026

Meta berencana pangkas 10 persen karyawan, Microsoft luncurkan program pensiun sukarela
Indonesia
•
25 Apr 2026

Realisasi investasi asal China di Indonesia naik 22 persen pada Q1 2026
Indonesia
•
25 Apr 2026
