
Indeks Dow Jones anjlok ke zona ‘bear market’ di tengah kekhawatiran resesi

Sejumlah pialang bekerja di New York Stock Exchange (NYSE) di New York, Amerika Serikat, pada 26 Agustus 2022. (Xinhua)
Indeks Dow Jones merosot 329,60 poin, atau 1,11 persen, menjadi 29.260,81, turun sekitar 20,5 persen dari penutupan tertingginya pada 4 Januari 2022, menempatkan indeks tersebut ke dalam zona bear market, yang secara umum didefinisikan sebagai penurunan sebesar sedikitnya 20 persen dari puncak terbaru.
New York City, AS (Xinhua) – Saham-saham Amerika Serikat (AS) pada Senin (26/9) semakin anjlok dengan indeks 30 saham Dow Jones Industrial Average ditutup di zona bear market di saat kekhawatiran perihal resesi mencengkeram Wall Street.Indeks Dow Jones merosot 329,60 poin, atau 1,11 persen, menjadi 29.260,81, turun sekitar 20,5 persen dari penutupan tertingginya pada 4 Januari. Pergerakan itu menempatkan indeks tersebut ke dalam zona bear market, yang secara umum didefinisikan sebagai penurunan sebesar sedikitnya 20 persen dari puncak terbaru.Bear market diartikan sebagai penurunan harga investasi yang berkepanjangan — umumnya terjadi ketika indeks pasar yang luas turun 20 persen atau lebih dari harga tertinggi terbaru.Indeks S&P turun 38,19 poin, atau 1,03 persen, menjadi 3.655,04, di bawah penutupan terendahnya di angka 3.666,77 pada Juni.Nasdaq Composite Index terpangkas 65,01 poin, atau 0,6 persen, menjadi 10.802,92.Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup di zona merah, dengan sektor real estate dan energi masing-masing turun 2,63 persen dan 2,57 persen, menjadi sektor dengan penurunan tertinggi. Sementara itu, sektor bahan pokok konsumen naik 0,01 persen, menjadi satu-satunya sektor yang mencatat kenaikan.CBOE Volatility Index, yang secara luas dianggap sebagai pengukur kekhawatiran terbaik dalam pasar saham, melonjak 7,82 persen menjadi 32,26, menyusul kenaikan 9,4 persen dalam sesi sebelumnya.Kekhawatiran bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mendorong perekonomian ke dalam resesi seiring bank sentral AS tersebut berupaya untuk membendung tekanan harga terus memuncak.Pekan lalu, The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga sebanyak 75 basis poin yang ketiga secara beruntun pada tahun ini dan memberikan pandangan yang lebih pesimistis dalam proyeksi ekonomi terbaru mereka.Pada pekan yang berakhir pada Jumat (23/9), indeks Dow Jones turun 4 persen, indeks S&P 500 merosot 4,6 persen, dan indeks Nasdaq anjlok 5,1 persen.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Penjualan produsen otomotif China Geely naik 8 persen pada 2022
Indonesia
•
10 Jan 2023

PLTU berteknologi USC terbesar di Indonesia berkapasitas 20.000 MW
Indonesia
•
16 Dec 2019

Era mobil BBM berakhir! Hainan resmi larang penjualan kendaraan bermesin bensin dan diesel mulai 2030
Indonesia
•
15 Jul 2026

Kapasitas energi terbarukan global meningkat dua kali lipat dalam lima tahun
Indonesia
•
07 Dec 2022


Berita Terbaru

FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal
Indonesia
•
28 Oct 2026

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026

Danantara buka penjajakan dengan 11 perusahaan China, investasi PLTS dan hilirasasi mineral jadi sorotan
Indonesia
•
27 Oct 2026
