
Malaysia tinggal selangkah lagi jadi negara berpenghasilan tinggi, ekonomi tumbuh 5,8 persen

Foto yang diabadikan pada 8 Agustus 2020 ini menunjukkan seorang pengunjung menikmati pemandangan kota di Menara Kuala Lumpur di Kuala Lumpur, Malaysia. (Xinhua/Zhu Wei)
Kuala Lumpur, Malaysia (Xinhua/Indonesia Window) – Malaysia saat ini hanya 7,1 persen di bawah ambang batas klasifikasi Bank Dunia sebagai kategori negara berpenghasilan tinggi, sementara perekonomiannya tumbuh 5,8 persen pada kuartal kedua (Q2) 2026, naik dari 5,4 persen yang tercatat pada Q1.
Demikian disampaikan Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah Mohd Nasir pada Senin (27/7).
Dalam peluncuran laporan bertajuk ‘Survei Ekonomi OECD: Malaysia 2026’, Akmal mengatakan pemerintah akan memastikan momentum pertumbuhan ini dapat menghasilkan peningkatan produktivitas, lapangan kerja berkualitas, dan kenaikan pendapatan bagi warga Malaysia.
"Angka-angka ini memang menggembirakan, tetapi melampaui ambang batas tersebut bukanlah tujuan akhir. Yang terpenting adalah apakah pertumbuhan ini mampu menghasilkan upah yang lebih baik, lapangan kerja yang lebih berkualitas, dan daya beli yang lebih kuat bagi warga Malaysia," tutur Akmal.
Pemerintah Malaysia mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2026 pada kisaran 4-5 persen, yang didukung oleh permintaan domestik, investasi swasta, ekspor, serta industri berbasis teknologi seperti semikonduktor dan pusat data.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tenaga surya terangi 10 lokasi wisata nasional
Indonesia
•
14 Nov 2019

Ahli: Penarikan diri dari perdagangan berisiko timbulkan isolasi dan konflik
Indonesia
•
17 Apr 2025

BMW akan investasikan 10 miliar yuan untuk produksi baterai di China
Indonesia
•
14 Nov 2022

Harga rumah rata-rata di California catat rekor tertinggi baru pada Mei 2024
Indonesia
•
21 Jun 2024


Berita Terbaru

Feature – Kesepian jadi peluang bisnis, pasar mainan AI China tumbuh pesat, tembus 2,32 triliun rupiah
Indonesia
•
01 Nov 2026

Malaysia rugi 35,7 triliun rupiah akibat karhutla, 1.600 kematian dikaitkan dengan asap lintas batas
Indonesia
•
30 Oct 2026

Perubahan iklim ancam pangan Asia Tenggara, produksi padi turun 5 persen, jagung 6 persen
Indonesia
•
30 Oct 2026

Fokus Berita – SANY Indonesia Finance bidik pelanggan konstruksi dan tambang, siapkan perluasan jaringan di Tanah Air
Indonesia
•
30 Oct 2026
