
Indonesia raup 18,62 triliun rupiah dari Panda Bonds perdana, pasar keuangan China kian terbuka

Foto yang diabadikan pada 30 April 2026 ini menunjukkan seorang pelanggan sedang membayar dengan Alipay di sebuah toko di Jakarta. (Xinhua)
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Penerbitan Panda Bonds senilai 7 miliar yuan oleh Indonesia baru-baru ini dapat memperluas diversifikasi sumber pembiayaan pemerintah, baik dari sisi pasar maupun sisi investor. Demikian dikatakan Irman Faiz, selaku lead economist Bank Danamon Indonesia, kepada Xinhua pada Senin (27/7).
*1 yuan = 2.660 rupiah
Pemerintah Republik Indonesia (RI) berhasil meraup pembiayaan baru senilai 7 miliar yuan atau sekitar 1,033 miliar dolar AS dari penerbitan perdana surat utang negara berdenominasi Yuan, Panda Bonds, pada 23 Juli lalu.
Hal ini kembali membuktikan daya tarik yang kuat dari pasar keuangan China terhadap pembiayaan internasional, ungkap pernyataan di akun media sosial Bank of China sebagai lead underwriter dan lead bookrunner.
*1 dolar AS = 18.019 rupiah
Menurut Irman, penerbitan Panda Bonds merupakan langkah yang strategis karena meningkatkan tingkat keberagaman sumber pembiayaan Indonesia, mengingat volatilitas luar negeri, akses ke pasar obligasi domestik China dinilai memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola kebutuhan pembiayaan.
"Dari sisi kerja sama, Panda Bonds memperdalam integrasi pasar keuangan Indonesia dan China dengan memperluas basis investor, meningkatkan akses ke likuiditas renminbi, serta mendukung penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral," ujar Irman.
Irman menambahkan keberhasilan penerbitan perdana ini dapat menjadi modal awal bagi Indonesia untuk membangun kehadiran di pasar obligasi China Daratan.
Namun, dia menyarankan agar frekuensi penerbitan obligasi valas pemerintah tetap didasarkan pada kebutuhan pembiayaan dan efisiensi biaya, bukan semata-mata karena tingginya permintaan investor.
Panda Bonds yang diterbitkan pada pekan lalu terdiri atas dua tenor, yakni tenor tiga tahun dengan nominal penerbitan 5,6 miliar yuan China, dan tenor lima tahun sebesar 1,4 miliar yuan China.
Kedua obligasi itu dirilis dengan kupon masing-masing 1,9 persen untuk tenor tiga tahun, dan 2,19 persen untuk tenor lima tahun. Panda Bonds yang diterbitkan dalam transaksi ini juga telah memperoleh peringkat AAA (Stable) dari China Lianhe Credit Rating Co., Ltd.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan RI menyebut penerbitan Panda Bonds perdana ini mendapat sambutan positif dari investor domestik China, tercermin dari rasio jumlah penawaran yang masuk terhadap penyerapan, atau rasio bid-to-cover, sebesar 2,4 kali dan nilai tertinggi orderbook yang mencapai sekitar 17 miliar yuan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Badan Energi Internasional siap bawa lebih banyak minyak ke pasar
Indonesia
•
09 Mar 2022

Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional buka akses pasar baru bagi industri nasional
Indonesia
•
21 Oct 2020

Feature – Batavia Ware: Jejak keramik yang menghubungkan Nusantara dengan dunia berabad silam
Indonesia
•
30 Jun 2026

Guinea undang Indonesia investasi pembangunan ibu kota baru
Indonesia
•
27 Dec 2019


Berita Terbaru

FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal
Indonesia
•
28 Oct 2026

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026

Danantara buka penjajakan dengan 11 perusahaan China, investasi PLTS dan hilirasasi mineral jadi sorotan
Indonesia
•
27 Oct 2026
