Vaksin personalisasi pertama di dunia untuk kanker otak anak yang mematikan dalam tahap uji klinis

Anak-anak menikmati wahana komidi putar bersama orang tua mereka dalam acara 'Winter in the City' di Canberra, Australia, pada 19 Juli 2025. (Xinhua/Zhang Na)
Vaksin kanker mRNA yang dipersonalisasi telah menunjukkan hasil menjanjikan pada orang dewasa penderita kanker langka yang sulit diobati, termasuk kanker pankreas dan melanoma.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Australia meluncurkan uji klinis pertama di dunia yang menggunakan vaksin mRNA yang dipersonalisasi untuk mengobati anak-anak dan remaja pengidap tumor otak stadium lanjut atau yang resisten terhadap pengobatan.
Studi PaedNEO-VAX, yang dipimpin bersama oleh Universitas Queensland (UQ) Australia dan Institut Penelitian Kesehatan dan Medis Australia Selatan (South Australian Health and Medical Research Institute/SAHMRI), akan melibatkan sejumlah pasien di delapan rumah sakit anak di seluruh Australia, menawarkan harapan baru bagi keluarga yang menghadapi penyakit masa kanak-kanak paling mematikan di negara tersebut, menurut pernyataan UQ pada Selasa (3/2).
Pimpinan klinis dari SAHMRI, Jordan Hansford, mengatakan uji klinis tersebut tersedia bagi pasien anak dengan tumor otak tingkat tinggi yang mengalami kekambuhan dan tidak responsif, termasuk glioma dan medulloblastoma.
Fase I akan menilai keamanan, diikuti oleh Fase II untuk menguji efektivitas serta dampaknya terhadap kelangsungan hidup dan kualitas hidup, tutur Hansford.
Brandon Wainwright, pimpinan ilmiah untuk uji klinis tersebut dari Institut Frazer di UQ, mengatakan bahwa vaksin kanker mRNA yang dipersonalisasi telah menunjukkan hasil menjanjikan pada orang dewasa penderita kanker langka yang sulit diobati, termasuk kanker pankreas dan melanoma.
"Setelah mengidentifikasi beberapa penanda kanker unik pada tumor setiap anak menggunakan pengurutan genom dan analisis data tingkat lanjut, kami akan memilih target-target vaksin spesifik tumor," kata Wainwright.
Vaksin-vaksin yang disesuaikan untuk setiap anak akan diproduksi di Negara Bagian Queensland, Australia, oleh Southern RNA dan dikirim ke lokasi uji klinis untuk pemberian dosis dalam waktu sekitar 10 pekan setelah perekrutan uji klinis, yang didukung oleh pendanaan federal sebesar 2,58 juta dolar Australia atau sekitar 1,81 juta dolar AS, papar para peneliti.
*1 dolar Australia = 11.66 rupiah
**1 dolar AS = 16.800 rupiah
Laporan: Redaksi
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

SpaceX luncurkan uji terbang ke-11 untuk roket Starship
Indonesia
•
14 Oct 2025

Laporan sebut China masuk jajaran 10 negara paling inovatif
Indonesia
•
24 Nov 2023

AS mulai uji klinis vaksin influenza universal berbasis mRNA
Indonesia
•
16 May 2023

Platform kecerdasan buatan ChatGPT hampir lulus Ujian Perizinan Medis AS
Indonesia
•
12 Feb 2023
Berita Terbaru

Studi ungkap Jupiter ternyata lebih kecil dan lebih pipih dari perkiraan sebelumnya
Indonesia
•
03 Feb 2026

Pankreas buatan bantu pengidap diabetes akhiri injeksi insulin harian
Indonesia
•
03 Feb 2026

Pasien bertahan hidup 48 jam tanpa dua paru-paru dengan organ buatan
Indonesia
•
02 Feb 2026

Sampel rambut ungkap dampak stres terhadap anak-anak autistik
Indonesia
•
02 Feb 2026
