
PBB: Harga makanan di Gaza capai rekor tertinggi usai Israel blokir penyaluran bantuan kemanusiaan

Foto menunjukkan suasana di salah satu kamp pengungsi di area pemukiman Al-Shujaiya di Gaza City pada 25 Februari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Penghentian penyaluran bantuan ke Gaza akan dengan cepat menimbulkan konsekuensi mengerikan bagi anak-anak dan keluarga yang sedang berjuang keras untuk bertahan hidup.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Harga tepung dan sayuran melonjak lebih dari 100 kali lipat di Jalur Gaza dan bahan-bahan kebutuhan hidup yang esensial menunggu untuk disalurkan karena Israel menutup titik-titik perlintasan masuk ke wilayah kantong tersebut, ungkap badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (3/3)."Perlintasan Kerem Shalom, Erez, dan Zikim telah ditutup untuk (lalu lintas) kargo," ujar Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA). "Ini berarti bantuan kemanusiaan yang vital, termasuk ribuan tenda, belum dapat disalurkan."OCHA menyampaikan bahwa mitra-mitranya sedang mengkaji ketersediaan stok di dalam Jalur Gaza.Israel memblokir penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza sejak Ahad (2/3) pagi waktu setempat. Menurut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, langkah itu diambil guna menekan Hamas agar menerima usulan baru untuk memperpanjang tahap pertama kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera, yang menurut Netanyahu dikemukakan oleh Amerika Serikat.Dalam akun media sosialnya pada Ahad, Tom Fletcher, koordinator bantuan darurat PBB, mengatakan bahwa keputusan Israel untuk menghentikan penyaluran bantuan ke Gaza "sungguh mengkhawatirkan.""Hukum humaniter internasional sudah jelas, bahwa kami harus diberi akses untuk menyalurkan bantuan vital penyelamat nyawa," tutur Fletcher. "Kami harus menyalurkan bantuan ke dalam (Gaza) dan membawa para sandera ke luar (Gaza)."Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak semua pihak untuk melakukan segala upaya guna mencegah pecahnya kembali pertempuran di Gaza, serta menyerukan agar bantuan kemanusiaan segera disalurkan lagi ke Gaza dan semua sandera dibebaskan, ungkap juru bicara Guterres dalam taklimat pers harian.Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) juga memperingatkan bahwa penghentian penyaluran bantuan ke Gaza akan dengan cepat menimbulkan konsekuensi mengerikan bagi anak-anak dan keluarga yang sedang berjuang keras untuk bertahan hidup.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kasus penembakan fatal oleh polisi meningkat di AS, banyak yang tak dilaporkan
Indonesia
•
07 Dec 2022

Kedubes China di Inggris bantah laporan tentang situasi HAM di China
Indonesia
•
11 Dec 2022

UNHCR: Sekitar 1 juta pengungsi Suriah kemungkinan akan pulang pada paruh pertama 2025
Indonesia
•
19 Dec 2024

Kelaparan yang melanda Gaza jadi perhatian PBB
Indonesia
•
28 Feb 2024


Berita Terbaru

Surat dari Timur Tengah: Tanah Air dirampas, Tatreez menjaga ingatan Palestina tetap hidup
Indonesia
•
08 Sep 2026

2.500 lebih personel penyelamat dikerahkan ke pelabuhan Gyirong yang dilanda tanah longsor di Xizang China
Indonesia
•
07 Sep 2026

China perkuat respons bencana Nepal dengan data satelit dan bantuan kemanusiaan
Indonesia
•
06 Sep 2026

Dari pertukaran berita hingga jurnalis, Forum Shenzhen dorong kolaborasi media
Indonesia
•
06 Sep 2026
