
Kelaparan yang melanda Gaza jadi perhatian PBB

Warga Palestina menunggu bantuan pasokan makanan di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 14 Februari 2024. (Xinhua/Yasser Qudih)
Pengamat tetap Negara Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Riyad Mansour, mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa Gaza saat ini sedang mengalami kelaparan, yang kian memburuk setiap harinya akibat "agresi kriminal" oleh Israel.
PBB (Xinhua) – Pengamat tetap Negara Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Riyad Mansour, pada Selasa (27/2) mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa Gaza saat ini sedang mengalami kelaparan, yang kian memburuk setiap harinya akibat "agresi kriminal" oleh Israel."Kita harus berhenti sejenak dan mempertimbangkan apa arti sebenarnya dari hal ini," kata Mansour dalam pertemuan Dewan Keamanan tentang perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata."Apa artinya mencari makanan di reruntuhan, pasir, dan sampah, memakan pakan ternak atau makanan yang digerogoti tikus," ujarnya.Mansour menyebut Israel sebagai "perancang dari bencana manusia dan kemanusiaan ini," yang sengaja diciptakan untuk menghukum 2,3 juta warga Palestina yang tinggal di Gaza.Dia mengungkapkan kekecewaannya terhadap kelambanan masyarakat internasional, menyatakan bahwa "bencana kelaparan dan genosida ini dibiarkan terjadi dan berlanjut hingga selama ini, ini membuat kita semua malu, tidak terkecuali Dewan Keamanan."Menyoroti strategi yang sengaja digunakan oleh Israel, Mansour merujuk pada pernyataan yang dibuat oleh para pejabat tinggi Israel pada Oktober 2023, yang mengindikasikan penggunaan makanan sebagai senjata untuk menekan penduduk Palestina.Menurut para pemimpin Israel, kebijakan-kebijakan tersebut dimaksudkan untuk memperburuk kondisi kemanusiaan dan memicu perpindahan massal dari Gaza, sebuah langkah yang mereka sebut sebagai "migrasi sukarela" untuk menghilangkan "ancaman demografis."
Sebuah pesawat militer Yordania menerjunkan bantuan kemanusiaan di atas Jalur Gaza selatan pada 26 Februari 2024. Angkatan Bersenjata Yordania pada Senin (26/2) mengumumkan bahwa mereka melakukan empat penerjunan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada warga di Jalur Gaza. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Terminal haji Jeddah sambut jamaah umroh asing pada 1 November
Indonesia
•
23 Oct 2020

Menteri Energi Saudi tegaskan komitmen Kerajaan untuk patuhi komitmen nol karbon
Indonesia
•
01 Nov 2022

Taiwan sigap hadapi pandemik COVID-19
Indonesia
•
21 Apr 2020

Korban tewas Topan Rai di Filipina meningkat menjadi 31
Indonesia
•
19 Dec 2021


Berita Terbaru

Feature – Rumah prefabrikasi bantu korban gempa Xizang di China punya hunian nyaman dalam 3 hari
Indonesia
•
27 Oct 2026

Untuk pertama kalinya, demensia jadi penyebab lebih dari 10 persen kematian di Australia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kampung Silat Betawi Rawa Belong diresmikan sebagai Kampung Budaya 2026
Indonesia
•
25 Oct 2026

7 orang hilang usai gedung bertingkat runtuh di Kenya, pencarian berlanjut
Indonesia
•
25 Oct 2026
