
China perkuat respons bencana Nepal dengan data satelit dan bantuan kemanusiaan

Bantuan kemanusiaan dari China terlihat di Bandar Udara Internasional Tribhuvan di Kathmandu, Nepal, pada 3 September 2026. (Xinhua/Zou Xuemian)
Kathmandu, Nepal (Xinhua/Indonesia Window) – Data satelit dan pemantauan lainnya yang dibagikan oleh China setelah bencana tanah longsor dahsyat mendukung respons bencana yang sedang dilaksanakan di Nepal dan membantu pihak berwenang memantau risiko lebih lanjut yang dapat menyebabkan kerusakan tambahan, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Nepal Shisir Khanal.
"China hampir selalu memberikan informasi secara waktu nyata kepada Nepal agar kami tetap waspada terhadap potensi bencana di masa mendatang," ujar Khanal kepada Xinhua dalam sebuah wawancara eksklusif pada Rabu (2/9).
China menyatakan dukungan untuk Nepal di berbagai tingkatan segera setelah bencana itu, kata Khanal, seraya menambahkan bahwa ketika kebutuhan muncul, Nepal meminta pasokan bantuan kemanusiaan dan bantuan teknis dari China, dan pihak China merespons secara positif.
"Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang sangat proaktif yang telah diberikan pemerintah China kepada kami saat ini," katanya.
Pemerintah China memberikan bantuan tunai darurat dan bantuan kemanusiaan kepada Nepal, mengirimkan tiga batch pasokan bantuan ke Kathmandu, serta mengerahkan pakar penyelamatan terowongan dan identifikasi DNA untuk mendukung upaya bantuan di Nepal.
"Jadi, pemerintah China telah memberi kami semua dukungan," ujar Khanal.
Khanal mengatakan operasi penyelamatan tetap sangat sulit karena jalan dan jembatan menuju wilayah yang terdampak rusak parah, sehingga beberapa daerah sama sekali tidak dapat diakses melalui jalur darat.
"Orang-orang kami yang aktif dalam operasi penyelamatan menghadapi kesulitan, tetapi masih terus berupaya menyelamatkan orang-orang," tuturnya.
Ratusan warga Nepal yang pada saat bencana terjadi sedang berada di perbatasan sisi China untuk aktivitas perdagangan atau pariwisata telah diidentifikasi dan diakomodasi dengan baik oleh otoritas China, kata Khanal, seraya menambahkan bahwa Nepal siap membantu warga negara China yang terdampak di sisi Nepal.
"Kami selalu mengatakan bahwa kedua negara kami terhubung oleh pegunungan dan sungai," ujar Khanal, seraya menambahkan bahwa bencana yang menimpa kedua sisi perbatasan menunjukkan betapa eratnya kedua negara ini terhubung.
"Bencana ini menunjukkan kepada kita bahwa takdir kita saling terkait," kata Khanal.
Khanal menyerukan kerja sama Nepal-China yang lebih kuat dalam mempelajari, melestarikan, dan memulihkan ekosistem Himalaya serta dalam mempersiapkan diri menghadapi risiko serupa di masa depan.
Dia menyatakan harapan bahwa Nepal dan China akan bersama-sama menyerukan kepada negara-negara di seluruh dunia untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh kenaikan suhu dan perubahan iklim, serta dampaknya terhadap ekosistem di kedua negara.
"Ekosistem Himalaya adalah masa depan kita bersama," ujarnya, seraya menyerukan kepada kedua negara untuk memperkuat kerja sama regional dan global guna membantu melestarikan warisan peradaban.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Dari pertukaran berita hingga jurnalis, Forum Shenzhen dorong kolaborasi media
Indonesia
•
06 Sep 2026

Sejoli China sabet dua emas ski gaya bebas ‘aerial’, torehkan sejarah di Milan-Cortina
Indonesia
•
22 Feb 2026

COVID-19 – Beijing sediakan vaksin hirup sebagai ‘booster’
Indonesia
•
19 Nov 2022

Palang Merah China beri bantuan 300.000 dolar AS bagi korban banjir Pakistan
Indonesia
•
01 Sep 2022


Berita Terbaru

Feature – Rumah prefabrikasi bantu korban gempa Xizang di China punya hunian nyaman dalam 3 hari
Indonesia
•
27 Oct 2026

Untuk pertama kalinya, demensia jadi penyebab lebih dari 10 persen kematian di Australia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kampung Silat Betawi Rawa Belong diresmikan sebagai Kampung Budaya 2026
Indonesia
•
25 Oct 2026

7 orang hilang usai gedung bertingkat runtuh di Kenya, pencarian berlanjut
Indonesia
•
25 Oct 2026
