
Penelitian: Tikus bergoyang ikuti irama lagu Lady Gaga

Ilustrasi. (Matthew Mejia on Unsplash)
Efek musik pada tikus mungkin telah diabaikan sampai sekarang karena penelitian sebelumnya terutama dilakukan dengan menggunakan rekaman video, bukan sensor gerakan, membuat gerakan kecil hewan lebih sulit dideteksi.
Jakarta (Indonesia Window) – Mengangguk mengikuti musik yang menarik bukan hanya kebiasaan manusia, menurut para ilmuwan Jepang yang telah menemukan bahwa tikus juga bergerak mengikuti irama lagu Lady Gaga.Para peneliti di University of Tokyo memainkan karya Mozart, Queen, dan lagu ‘Born This Way’-nya Lady Gaga pada tikus yang memakai sensor mini untuk mendeteksi gerakan terkecil sekalipun.Mereka menemukan hewan pengerat memiliki kemampuan bawaan untuk menyinkronkan gerakan mereka dengan irama, yang sebelumnya diyakini sebagai keterampilan yang unik bagi manusia."Otak tikus dirancang untuk merespon musik dengan baik," meskipun tubuh mereka hanya bergerak sedikit, kata profesor Hirokazu Takahashi, bagian dari tim yang melakukan penelitian tersebut."Kita semua percaya bahwa musik memiliki kekuatan magis, tapi kita tidak tahu apa-apa tentang mekanismenya," katanya kepada AFP, Selasa (15/11). Jadi "kami ingin mengetahui koneksi suara seperti apa yang menarik bagi otak, tanpa pengaruh emosi atau ingatan."Untuk tikus, efek ‘bopping’ (bergoyang mengikuti irama lagu pop) paling menonjol untuk musik dalam kisaran 120-140 detak per menit – sama seperti manusia.Hal ini membuat para ilmuwan berhipotesis bahwa itu bisa menjadi reaksi yang konsisten di berbagai spesies.“Musik menggerakkan tubuh. Ini melampaui sistem pendengaran dan memengaruhi sistem motorik... kekuatan suaranya sangat bagus,” kata Takahashi.Penelitian ini terutama berfokus pada Sonata for Two Pianos in D Major karya Mozart, K.448, yang dimainkan dalam empat tempo yang berbeda.Tetapi para ilmuwan juga mencoba lagu ‘Born This Way’ dan ritme driving (teknik pertunjukan musik dengan tempo ditekan sambil mengintensifkan energi) dari ‘Another One Bites the Dust’ yang dibawakan oleh Queen, lagu yang dipilih oleh para mahasiswa Takahashi.Tidak seperti hewan peliharaan lain seperti burung beo, yang terkenal dengan tiruan musik dan suara lainnya yang luar biasa, ini adalah pertama kalinya tikus dalam penelitian mendengarkan musik.Efek musik pada tikus mungkin telah diabaikan sampai sekarang karena penelitian sebelumnya terutama dilakukan dengan menggunakan rekaman video, bukan sensor gerakan, membuat gerakan kecil hewan lebih sulit dideteksi, kata Takahashi.Studi ini diterbitkan pekan lalu di jurnal Science Advances peer-review.Di masa depan, Takahashi berkata dia ingin melampaui ritme dan mengeksplorasi efek melodi dan harmoni pada otak.“Jika musik memiliki efek emosional, akan sangat menarik jika kita bisa sampai pada titik di mana kita bisa melihatnya pada hewan,” katanya.Sumber: AFPLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Bukan pemanis buatan! Gula langka rendah kalori ini berasal dari tebu dan bakteri
Indonesia
•
18 Jun 2026

Kongres Dunia Drone akan digelar di Shenzhen pada Mei
Indonesia
•
26 Mar 2024

China kembangkan kabinet penyimpanan vakum agar cip kuantum tetap ‘segar’
Indonesia
•
18 Mar 2023

Metode genetik baru permudah pembedaan jenis kelamin nyamuk, tingkatkan pengendalian penyakit
Indonesia
•
19 Dec 2025


Berita Terbaru

Feature – Nobel Kimia 2026 pecahkan misteri ‘tangan’ molekul yang membingungkan ilmuwan lebih dari seabad
Indonesia
•
08 Oct 2026

Tak punya tekanan darah tinggi atau kolesterol, tapi kena serangan jantung? Ilmuwan buru penanda baru risikonya
Indonesia
•
07 Oct 2026

OpenAI bobol sistem layanan kesehatan Australia, perusahaan siapkan ‘rem darurat’ untuk model AI
Indonesia
•
07 Oct 2026

Jutaan data pribadi bocor di Jepang, universitas hingga restoran jadi sasaran serangan siber
Indonesia
•
07 Oct 2026
