Presiden Pantai Gading umumkan penarikan pasukan Prancis pada Januari

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' ini menunjukkan pemandangan Abidjan, Pantai Gading, pada 10 Januari 2024. (Xinhua/Han Xu)
Militer Prancis akan mundur dari Pantai Gading paling cepat pada Januari 2025, dengan mekanisme penarikan pasukan akan dilakukan secara terpadu dan terorganisasi.
Abidjan, Pantai Gading (Xinhua/Indonesia Window) – Militer Prancis akan mundur dari Pantai Gading "paling cepat pada Januari 2025," demikian diumumkan Presiden Pantai Gading Alassane Ouattara dalam pesan Tahun Baru yang disampaikannya pada Selasa (31/12), seraya menekankan bahwa penarikan pasukan bersenjata itu akan "dilakukan secara terpadu dan terorganisasi.""Kami telah membuat keputusan perihal penarikan pasukan Prancis secara terpadu dan terorganisasi dari Pantai Gading," kata Ouattara, mengungkapkan bahwa Batalion Infanteri Marinir Abidjan (Abidjan Marine Infantry Battalion/BIMA) ke-43, yang ditempatkan di Port-Bouet, daerah di pinggiran Kota Abidjan, ibu kota ekonomi Pantai Gading, akan "diserahkan kembali kepada angkatan bersenjata Pantai Gading pada Januari 2025."
Foto dari udara yang diabadikan menggunakan <em>drone</em> ini menunjukkan pemandangan Abidjan, Pantai Gading, pada 10 Januari 2024. (Xinhua/Han Xu)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Trump bantah ingin pecat gubernur The Fed
Indonesia
•
20 Jul 2025

Raja Salman tekankan tujuan kepresidenan G20 wujudkan peluang abad 21
Indonesia
•
21 Nov 2020

Airbus akan kirim pesawat dari keluarga A320 rakitan China ke-600 pada 2022
Indonesia
•
21 Feb 2022

China desak AS cabut sanksi atas sejumlah pejabat
Indonesia
•
13 Dec 2022
Berita Terbaru

Kongres AS bantah klaim Trump soal militer Rusia dan China di Greenland
Indonesia
•
10 Feb 2026

Fokus Berita - Ilmuwan dunia pun terjerat godaan Epstein
Indonesia
•
10 Feb 2026

Sekjen PBB sebut semua permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki tidak punya validitas hukum
Indonesia
•
10 Feb 2026

Pejabat Palestina sebut Trump berupaya jadikan "Dewan Perdamaian" alternatif PBB
Indonesia
•
09 Feb 2026
