
AS perluas larangan visa bagi pemegang paspor Palestina

Presiden Palestina Mahmoud Abbas (di podium dan di layar) menyampaikan pidato dalam Debat Umum Sesi ke-79 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations General Assembly/UNGA) di markas besar PBB di New York pada 26 September 2024. (Xinhua/Xie E)
Pemegang paspor Palestina dibatasi masuk Amerika Serikat, termasuk para pengunjung nonimigran yang mengajukan permohonan visa untuk perawatan medis, studi di universitas, perjalanan bisnis, maupun mengunjungi teman atau keluarga.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memperluas pembatasan visanya terhadap pemegang paspor Palestina, menghentikan persetujuan untuk hampir semua kategori visa pengunjung nonimigran, demikian dilansir The New York Times pada Ahad (31/8).Penangguhan yang diperluas tersebut mencakup permohonan perawatan medis, studi di universitas, perjalanan bisnis, dan mengunjungi teman atau keluarga, menurut laporan itu.Kebijakan tersebut, yang tertuang dalam pesan tertanggal 18 Agustus dari Departemen Luar Negeri AS kepada kedutaan besar dan konsulat AS, menandai perluasan komprehensif dari kebijakan sebelumnya yang hanya berlaku bagi penduduk Gaza. Kebijakan baru itu kini menyasar warga Palestina di Tepi Barat dan di seluruh diaspora.Sebelumnya pada bulan ini, pemerintahan Trump juga mencabut visa bagi anggota Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization) dan Otoritas Palestina (Palestinian Authority), mencegah mereka menghadiri Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations General Assembly/UNGA) mendatang di New York.Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa keputusan itu didasarkan pada masalah keamanan nasional, menuduh para pemimpin Palestina gagal dalam menghapus terorisme.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

15 negara, termasuk Indonesia, terpilih jadi anggota Dewan HAM PBB
Indonesia
•
12 Oct 2023

Alasan di balik Washington tidak mendukung gencatan senjata di Ukraina
Indonesia
•
22 Mar 2023

Malaysia serukan pembagian tanggung jawab selesaikan isu Rohingya
Indonesia
•
15 Nov 2020

Terbelit kasus Epstein, mantan presiden Harvard akan berhenti mengajar
Indonesia
•
26 Feb 2026


Berita Terbaru

Pesta pernikahan di Iran diserang, 4 tewas dan 68 luka; AS buka penyelidikan
Indonesia
•
04 Sep 2026

Xi Jinping tawarkan 4 solusi untuk Timur Tengah, China dorong arsitektur keamanan baru
Indonesia
•
04 Sep 2026

3 anak tewas dalam 24 jam, krisis air kembali ancam 1 juta warga Gaza
Indonesia
•
03 Sep 2026

Trump ancam serang Iran lagi, laporan korban pesta pernikahan jadi sorotan
Indonesia
•
03 Sep 2026
