Warga Jepang buat petisi tolak pembuangan air limbah Fukushima ke laut

Orang-orang berunjuk rasa untuk memprotes keputusan pemerintah Jepang dan Tokyo Electric Power Company (TEPCO) membuang air limbah yang terkontaminasi nuklir di depan kantor pusat TEPCO di Tokyo, Jepang, pada 24 Agustus 2023. (Xinhua/Yang Guang)

Pembuangan air yang terkontaminasi nuklir dari Fukushima ke laut dimulai pada Agustus 2023, dan total sekitar 31.200 ton air dilepaskan dalam empat putaran pada tahun fiskal 2023 hingga Maret.

 

Tokyo, Jepang (Xinhua) – Perwakilan dari kelompok sipil Jepang pada Rabu (24/4) menyerahkan lebih dari 180.000 tanda tangan dari warga setempat kepada pemerintah Jepang, mendesak pemerintah dan Tokyo Electric Power Company (TEPCO) untuk segera menghentikan pembuangan air yang terkontaminasi nuklir ke laut dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi yang lumpuh.

Hajime Matsukubo, sekretaris jenderal organisasi nirlaba Jepang Citizens’ Nuclear Information Center, menyerahkan 184.712 tanda tangan warga kepada perwakilan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Perindustrian Jepang di Gedung Kantor Anggota Kedua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Tokyo.

Kampanye petisi itu, yang diprakarsai sebelumnya pada tahun ini oleh kelompok sipil termasuk Forum Perdamaian Prefektur Fukushima di bawah proyek bernama Future’s Ocean, atau Mirainoumi dalam bahasa Jepang, telah meraih momentum.

“Air limbah yang terkontaminasi nuklir mengandung zat radioaktif yang tidak dapat dihilangkan, dan dampak lingkungan dari pembuangan yang terus-menerus ke laut akan bertahan selama puluhan tahun,” kata Masashi Tani, Sekretaris Jenderal Kongres Jepang yang Menentang Bom Atom dan Bom Hidrogen, dalam konferensi pers pada Rabu.

“Tidak ada PLTN lain yang mengalami insiden dan membuang air ke laut hingga saat ini. Risiko jangka panjang yang berkaitan dengan tindakan tersebut masih belum diketahui. Penyimpanan berbasis darat harus diprioritaskan dibandingkan pembuangan ke laut. Penyerahan tanda tangan hari ini menandai awal dari kampanye yang sedang berjalan hingga pembuangan air yang terkontaminasi nuklir dihentikan,” ujarnya.

Meski mendapat penolakan keras baik dari dalam maupun luar negeri, pembuangan air limbah nuklir dari Fukushima ke laut tetap dimulai pada Agustus 2023, dan total sekitar 31.200 ton air dilepaskan dalam empat putaran pada tahun fiskal 2023 hingga Maret.

Gelombang kelima pembuangan air dimulai pada Jumat (19/4) dan diperkirakan akan berlanjut hingga 7 Mei, dengan sekitar 7.800 ton air yang terkontaminasi nuklir akan dibuang.

Pada Rabu (24/4), pembuangan air di PLTN itu ditangguhkan akibat pemadaman listrik sekitar pukul 10.43 waktu setempat.

Di tengah kekhawatiran besar tentang kredibilitas dan keselamatan di kalangan masyarakat Jepang menyusul serangkaian insiden di PLTN yang lumpuh tersebut, TEPCO dan pemerintah Jepang kerap dicecar terkait pembuangan ke laut karena proses penonaktifannya masih meragukan.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan