
Cadangan devisa Indonesia turun jadi 136,2 miliar dolar AS pada April 2024

Sejumlah orang berjalan di jembatan penyeberangan di Jalan Sudirman, Jakarta, pada 8 Mei 2024. (Xinhua/Veri Sanovri)
Cadangan devisa Indonesia turun menjadi 136,2 miliar dolar AS pada akhir April 2024, dari 140,4 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya, dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pembayaran utang luar negeri pemerintah dan perlunya stabilisasi rupiah seiring dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
Jakarta (Xinhua) – Cadangan devisa Indonesia turun menjadi 136,2 miliar dolar AS pada akhir April 2024, dari 140,4 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya, menurut Bank Indonesia (BI) pada Rabu (8/5).Menurut Direktur Departemen Komunikasi BI Fadjar Majardi, "Penurunan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pembayaran utang luar negeri pemerintah dan perlunya stabilisasi rupiah seiring dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global."Angka tersebut melebihi standar kecukupan internasional, yakni tiga bulan, dan setara dengan pendanaan 6,1 bulan impor, atau 6,0 bulan impor ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah.BI memandang angka tersebut akan terus mencukupi untuk menjamin stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan berkelanjutan.*1 dolar AS = 16.054 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita – Peneliti Indonesia kritisi Board of Peace buatan Trump: Terpersonalisasi dan elitis
Indonesia
•
19 Feb 2026

Indonesia terima bantuan 1,52 triliun rupiah dari PBB tangani perubahan iklim
Indonesia
•
27 Aug 2020

Mendag harapkan Jakarta Fashion Week 2023 tumbuhkan industri fesyen Indonesia
Indonesia
•
25 Oct 2022

Pemerintah Indonesia bagikan 500 ribu ‘rice cooker’ gratis untuk dongkrak konsumsi listrik
Indonesia
•
11 Oct 2023


Berita Terbaru

Indonesia akan buka konsulat jenderal di Chengdu, perkuat konektivitas dengan China barat
Indonesia
•
19 Apr 2026

Kemenpar bersama DAN rampungkan ‘Edukasi Diving Safety 1000’ di Labuan Bajo
Indonesia
•
18 Apr 2026

Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja
Indonesia
•
17 Apr 2026

Indonesia, Malaysia, dan Singapura tegaskan komitmen jaga keamanan Selat Malaka dan Selat Singapura
Indonesia
•
17 Apr 2026
