Akibat pemadaman listrik, Jepang hentikan pembuangan air limbah nuklir Fukushima ke laut

Foto yang diabadikan pada 24 April 2024 ini memperlihatkan dokumen-dokumen berisi tanda tangan warga di Gedung Kantor Anggota Kedua Dewan Perwakilan Rakyat di Tokyo, Jepang. Perwakilan dari kelompok masyarakat Jepang pada Rabu (24/4) menyerahkan lebih dari 180.000 tanda tangan dari warga setempat kepada pemerintah Jepang, mendesak pemerintah dan Tokyo Electric Power Company (TEPCO) untuk segera menghentikan pembuangan air limbah yang terkontaminasi nuklir dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi yang lumpuh ke laut. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)

Pemadaman listrik menangguhkan pembuangan air limbah yang terkontaminasi nuklir ke laut dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi yang lumpuh di Jepang.

 

Tokyo, Jepang (Xinhua) – Pembuangan air limbah yang terkontaminasi nuklir ke laut dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi yang lumpuh di Jepang dihentikan sebelum Rabu (24/4) siang waktu setempat karena pemadaman listrik, demikian menurut laporan media setempat.

Pemadaman listrik terjadi sekitar pukul 10.43 waktu setempat akibat kabel listrik di pembangkit listrik Daiichi rusak selama pekerjaan penggalian, lapor kantor berita nasional Kyodo pada Rabu, mengutip pernyataan Tokyo Electric Power Company Holdings (TEPCO), operator PLTN Fukushima Daiichi.

TEPCO mengeklaim bahwa sistem untuk mendinginkan reaktor dan kolam bahan bakar bekas tidak terpengaruh oleh pemadaman listrik dan masih tetap beroperasi.

Pemadaman listrik
Foto yang diabadikan pada 15 Mei 2023 ini memperlihatkan logo Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) di kantor pusat IAEA di Wina, Austria. (Xinhua/Liu Xinyu)

Penangguhan pembuangan air limbah itu, yang disebut “air yang diolah”, diumumkan setelah tim ahli dari Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) melakukan kunjungan ke Jepang pada Selasa (23/4) untuk kembali meninjau keselamatan dari operasi pembuangan air limbah nuklir ke laut yang telah diluncurkan sejak Agustus tahun lalu.

Dihantam gempa bumi bermagnitudo 9,0 dan tsunami pada 11 Maret 2011, PLTN Fukushima Daiichi mengalami kehancuran inti (core meltdown) yang melepaskan radiasi, mengakibatkan kecelakaan nuklir level 7, level tertinggi dalam Skala Peristiwa Nuklir dan Radiologi Internasional.

PLTN Fukushima Daiichi menghasilkan sejumlah besar air limbah yang tercemar zat radioaktif dari proses pendinginan bahan bakar nuklir di bangunan reaktor. Air limbah itu saat ini disimpan dalam tangki-tangki di PLTN tersebut.

Meski mendapat tentangan keras baik dari dalam maupun luar negeri, pembuangan air limbah yang terkontaminasi nuklir dari PLTN Fukushima Daiichi ke laut dimulai pada Agustus 2023, dan total sekitar 31.200 ton air limbah dilepaskan dalam empat putaran pada tahun fiskal 2023 hingga Maret tahun ini.

Pembuangan air limbah nuklir gelombang kelima dimulai pada Jumat (19/4) pekan lalu. Pada tahun fiskal 2024, TEPCO berencana membuang total 54.600 ton air limbah nuklir dalam tujuh putaran, yang mengandung sekitar 14 triliun becquerel tritium.

Di tengah meningkatnya kekhawatiran akan kredibilitas dan keselamatan di kalangan masyarakat Jepang menyusul serangkaian kecelakaan di PLTN yang lumpuh tersebut, TEPCO dan pemerintah Jepang kerap mendapat tantangan terkait pembuangan air limbah nuklir ke laut karena proses penonaktifannya yang masih diragukan.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan