Xi-Biden capai kesepakatan tentang hubungan bilateral dan bahas isu Ukraina

Presiden China Xi Jinping mengadakan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden di Bali pada 14 November 2022. (Xinhua/Yan Yan)

Pembahasan isu Ukraina harus memperhatikan tiga poin, pertama, konflik dan perang tidak menghasilkan pemenang; kedua, tidak ada solusi yang sederhana bagi isu yang kompleks; dan ketiga, konfrontasi antara negara-negara besar harus dihindari.

 

Badung, Bali (Xinhua) – Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Senin (14/11) mencapai serangkaian kesepakatan tentang menjaga dialog dan koordinasi bilateral di berbagai bidang, dan saling bertukar pandangan soal isu Ukraina.

Bertemu sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 20 (Group of 20/G20) diadakan di pulau resor Bali, kedua presiden menyepakati bahwa tim diplomatik mereka harus menjaga komunikasi strategis dan melakukan konsultasi secara rutin; bahwa tim keuangan mereka akan terus melakukan dialog dan koordinasi terkait kebijakan makroekonomi, hubungan ekonomi, dan perdagangan; serta bahwa kedua negara akan bersama-sama mengupayakan keberhasilan pelaksanaan Konferensi Para Pihak Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim ke-27 (COP27).

Mereka juga mencapai pemahaman bersama untuk menjalin dialog dan kerja sama di bidang kesehatan masyarakat, pertanian, dan ketahanan pangan, serta sepakat untuk memanfaatkan kelompok kerja gabungan China-AS dengan baik guna mendorong penyelesaian lebih banyak isu. Mereka juga sepakat bahwa pertukaran antarmasyarakat merupakan hal yang sangat penting, dan berjanji akan mendorong perluasan pertukaran semacam itu di semua sektor.

Terkait krisis Ukraina, Xi menyatakan bahwa China sangat khawatir terkait situasi saat ini di Ukraina. Xi menguraikan empat poin tentang apa yang harus dilakukan yang diusulkannya tak lama setelah pecahnya krisis tersebut dan empat hal yang harus dilakukan bersama oleh masyarakat internasional yang diusulkannya baru-baru ini.

Xi menuturkan bahwa dalam menghadapi krisis global dan rumit seperti yang terjadi di Ukraina, penting untuk memberikan perhatian yang serius terkait tiga poin. Pertama, konflik dan perang tidak menghasilkan pemenang. Kedua, tidak ada solusi yang sederhana bagi isu yang kompleks. Ketiga, konfrontasi antara negara-negara besar harus dihindari.

Xi menyampaikan bahwa selama ini, China selalu berpihak pada perdamaian dan akan terus mendukung pembicaraan damai. China mendukung dan menantikan dimulainya kembali pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina, dan berharap AS, NATO, dan Uni Eropa (UE) akan menjalin dialog yang komprehensif dengan Rusia.

Kedua presiden menganggap pertemuan tersebut sebagai pertemuan yang mendalam, jujur, dan konstruktif. Mereka menginstruksikan tim masing-masing untuk segera menindaklanjuti dan mengimplementasikan sejumlah pemahaman bersama krusial yang dicapai oleh kedua presiden, dan mengambil tindakan konkret guna mengembalikan hubungan China-AS ke jalur pengembangan yang stabil.

Kedua presiden sepakat untuk menjaga kontak rutin.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan