
NYT: Debat Kongres AS tentang pekerja migran anak terperosok dalam konflik kebijakan imigrasi

Sejumlah migran menyeberangi Sungai Rio Grande di Eagle Pass, Texas, Amerika Serikat, pada 25 Juli 2022. (Xinhua/Nick Wagner)
Pekerja migran anak untuk tenaga kerja murah di Amerika Serikat telah memicu kemarahan bipartisan dan desakan untuk bertindak di Capitol Hill, namun Kongres AS tidak mengambil tindakan yang lebih nyata dalam mengatasi masalah itu.
New York City, AS (Xinhua) – Beberapa pekan setelah terbongkarnya eksploitasi anak-anak migran secara teratur untuk tenaga kerja murah di Amerika Serikat (AS) yang memicu kemarahan bipartisan dan desakan untuk bertindak di Capitol Hill, Kongres AS tidak mengambil tindakan yang lebih nyata dalam mengatasi masalah itu, yang telah lama terperosok dalam konflik partisan terkait kebijakan imigrasi, lapor The New York Times (NYT) pada Ahad (7/5)."Legislasi untuk menindak penggunaan pekerja anak oleh perusahaan-perusahaan tidak menghasilkan apa pun dan saat ini hanya mendapat sedikit dukungan dari Partai Republik, sementara upaya Demokrat untuk meningkatkan pendanaan bagi lembaga-lembaga federal guna memberikan lebih banyak layanan dukungan kepada anak-anak migran yang menyeberangi perbatasan sendirian menghadapi rintangan panjang di DPR, di mana GOP (Partai Republik) telah berjanji akan memangkas anggaran lembaga," urai laporan itu.Pada saat itu, proposal Partai Republik untuk melembagakan pemeriksaan yang lebih ketat terhadap orang dewasa di rumah tangga yang mensponsori anak-anak migran dan mempercepat pemindahan anak di bawah umur tanpa pendamping berpeluang kecil untuk mendapatkan tempat di Senat AS yang dipimpin oleh Demokrat, menurut laporan itu."Malahan, ketika Kongres bersiap menempuh perdebatan sengit mengenai kebijakan imigrasi dalam beberapa hari mendatang, Partai Republik dan Demokrat mundur ke sudut yang berlawanan, mengabaikan harapan awal apa pun yang mungkin ada untuk menangani masalah pekerja anak dengan cara bipartisan," sebut laporan itu.Hasilnya adalah hilangnya ruang politik untuk setiap konsensus di Kongres AS mengenai solusi kebijakan untuk membantu melindungi anak-anak ini dari eksploitasi, imbuh laporan itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kroasia tak berlakukan pembatasan COVID-19 terhadap pelancong China
Indonesia
•
12 Jan 2023

PRITA KEMAL GANI, 30 Tahun Sebagai Pendidik, Pemimpin, Tokoh Humas, Istri dan Ibu
Indonesia
•
30 Nov 2022

CDC Afrika nyatakan mpox sebagai darurat kesehatan masyarakat yang mengancam keamanan benua
Indonesia
•
15 Aug 2024

Kebun binatang tertua di Myanmar rayakan HUT ke-118
Indonesia
•
26 Jan 2024


Berita Terbaru

Feature – Rumah prefabrikasi bantu korban gempa Xizang di China punya hunian nyaman dalam 3 hari
Indonesia
•
27 Oct 2026

Untuk pertama kalinya, demensia jadi penyebab lebih dari 10 persen kematian di Australia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kampung Silat Betawi Rawa Belong diresmikan sebagai Kampung Budaya 2026
Indonesia
•
25 Oct 2026

7 orang hilang usai gedung bertingkat runtuh di Kenya, pencarian berlanjut
Indonesia
•
25 Oct 2026
