Resensi Buku Perspektif Jurnalistik – Analisis SWOT Negara Madinah lahirkan model manajemen strategis pemerintahan universal

Penulis buku ‘Aplikasi Model Manajemen Strategis dalam Pemerintahan’ , Muhammad Karebet Widjajakusuma (kiri), dan wartawan senior, Bambang Purwanto (kanan), dalam sebuah pertemuan di Bogor, Jawa Barat, pada 3 Maret 2026. (Indonesia Window)

Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Apa jadinya jika Negara Islam Madinah yang berdiri sekira 1.400 tahun silam dianalisis dengan SWOT?

Jadinya adalah buku universal berjudul ‘Aplikasi Model Manajemen Strategis dalam Pemerintahan’ karya Ir. Muhammad Karebet Widjajakusuma.

Buku ini bersandar pada sejarah panjang peradaban Islam, namun sangat patut dibaca oleh semua kalangan dari gerenasi baby boomer hingga Generasi Alfa, bahkan hingga masa berikutnya: Generasi Beta.

Muhammad Karebet menggagas karya tulis tersebut dengan studi kasus dari Madinah hingga Ustmaniyyah secara ilmiah melalui analisis-analisis kontemporer untuk membuktikan bahwa sistem pemerintahan pada zaman Rasulullah (ﷺ) itu masih sangat relevan hingga sekarang.

Pada zaman Rasulullah ﷺ, pemerintahan Negara Madinah dimulai dengan dasar Piagam Madinah sebagai konstitusi negara yang mengatur semua warga negara apa pun agamanya. Islam rahmatan lil ‘alamin diwujudkan dengan menerapkan seluruh aturan Islam tanpa kecuali.

Penulis mengutip Kitab Daulah Islam oleh Abu Fuad yang menjelaskan, Rasulullah ﷺ menegakkan struktur Negara/Daulah Islam dengan struktur yang memiliki fungsi-fungsi kepala negara, para mu’awin, sekretaris negara, para penguasa daerah (wali dan amil), para qadhi (hakim), militer, kepala biro, dan majelis umat/syura.

Struktur Negara Madinah hingga ke-Khilafahan Utsmaniyyah, menurutnya, hingga saat ini masih relevan. 

Pendekatan kekinian

Pendekatan-pendekatan kekinian antara lain seperti analisis SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunity, Thread), metode SMART (Specific, Measurable, Achievable Relevant, dan Time-bound), TEAM (Together Everyone Achieve More) digunakan sebagai alat untuk melihat nilai-nilai utama Islam (worldview Islam), visi, misi dan tujuan sistem pemerintahan yang secara konsisten diaplikasikan mulai dari Negera Madinah hingga ke-Khalifahan Ustmaniyyah.   

Karebet melakukan pendekatan-pendekatan ilmiah tersebut sebagai salah satu studi rekonstruksi di tingkat negara, yaitu Negara Madinah hingga ke-Khilafahan Ustmaniyyah, yang menginginkan terwujudnya worldview Islam: akidah yang membangkitkan dan syariat yang membawa rahmat).

Jurnalistik

Sebagai jurnalis, saya memulai ulasan karya sastra ilmiah ini dari penulisan judul yang menarik (eye catching) pada buku ‘Aplikasi Model Manajemen Strategis dalam Pemerintahan, Studi Kasus dari Madinah hingga Ustmaniyyah.’

Judul tersebut dilanjutkan dengan penulisan yang runtun serta  alur yang mengalir dari lead (paragraf pertama) secara kronologis dan dikuti oleh alinea berikutnya dalam isi buku hingga akhir cerita.

Penulisan buku ini juga melibatkan tokoh-tokoh Islam pada masa Negara Madinah hingga ke-Khilafahan Utsmaniyyah serta  penokohannya, dan mengungkap latar cerita (setting) yang pas dengan prinsip jurnalistik 5 W + 1 H (what, Who, Why, When Where, dan How), dan tentunya dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. 

Cara penulisan seperti ini membuat pembaca tak akan berhenti membuka lembaran-lembaran buku hingga akhir kisah. Ini karena setiap bab-nya penuh dengan informasi baru serta teori-teori kekinian, dan mengingatkan kembali worldview Islam (akidah dan syariat), serta visi-misi guna mencapai tujuan yang rahmatan lil ‘alamin. Sampai-sampai tidak ada lagi mustahik (penerima zakat) karena semua telah bertransformasi menjadi muzakki (pemberi zakat). Artinya, masyarakat benar-benar sejahtera.

Buku ini juga diperkuat dengan endorsement dan testimony dari tokoh-tokoh masyarakat dengan keilmuan yang mumpuni dan kompetensi sesuai dengan isi buku. 

Pembaca juga diyakinkan bahwa buku ini ditulis dengan mengacu pada berbagai sumber-sumber ilmiah melalui studi kepustakaan yang sangat memadai, serta kutipan-kutipan ayat-ayat Al Qur’an dan hadits-hadits yang relevan.

Buku ini ditulis sebagai salah satu cara dakwah Islamiyah yang diwariskan oleh Nabi Muhammad ﷺ untuk mencapai kondisi yang rahmatan lil ‘alamin dan penuh dengan keberkahan.

Penulis berpesan agar buku ini menjadi bagian dari pembelajaran serta sumber inspirasi dalam upaya meraih keberkahan melalui proses membaca yang merupakan bagian dari warisan yang agung Nabi Muhammad ﷺ.

Upaya memahami substansi dari buku ini juga merupakan bukti keimanan, kecintaan, dan kecintaan penulis dan para pembaca yang budiman kepada Allah ﷻ dan Nabi Muhammad ﷺ.

Profil buku

Buku cetakan 1 terbitan Februari 2026 ini layak untuk dimiliki dan dibaca, karena kombinasi warna pada sampul atau tampilannya (perwajahan) menarik. Selain itu, warna kertas, tulisan dan jenis huruf dalam buku ini nyaman dibaca.

Buku dengan jumlah halaman 216 + 42 hal romawi ini juga ringan (handy) dengan ukuran 15 X 20 cm sehingga mudah dibawa ke mana-mana.

Profil singkat penulis

Penulis, Ir. Muhammad Karebet Widjajakusuma, MA, adalah lulusan pendidikan S-1 (1996) di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada Jurusan Teknologi Indistri Pertanian dan S-2 (2010) di Universitas Malaya, Malaysia pada program Islamic Studies bidang Human Development.

Penulis melakukan studi perbandingan di 18 negara yang meliputi Singapura, Malysia, Thailand, Brunei Darussalam, Jepang, Korea, Taiwan, Australia, Iran, Mesir, Arab Saudi, Inggris, Prancis, Belanda, Jerman, Turkiye, Selandia Baru dan Uni Emirat Arab.

Dengan keilmuannya tersebut, penulis memiliki kompetensi inti: strategic management transformational leadership, pengambilan keputusan berbasis metode analytical hierarchy process, serta metanoiac motivation and management training.

Aktivitas penulis adalah konsultan manajemen dan kebijakan strategis, trainer pelatihan manajemen dan motivasi, serta penulis buku-buku manajemen dan motivasi perspektif syariah.

Saran

Untuk memperkuat daya tarik dan kualitas buku, beberapa aspek penting perlu diperhatikan secara menyeluruh. Pertama, penambahan foto atau ilustrasi yang relevan sangat dianjurkan, terutama yang dilengkapi dengan caption yang informatif. Kehadiran visual ini tidak hanya memperindah tampilan, tetapi juga membantu pembaca memahami setting atau latar cerita secara lebih konkret dan hidup.

Selain itu, agar jangkauan pembaca menjadi lebih luas, buku sebaiknya juga disajikan dalam bahasa asing, minimal dalam Bahasa Inggris. Hal ini penting karena tema yang diangkat, khususnya tentang Islam, memiliki sifat universal dan dapat menarik minat pembaca dari berbagai negara. Dengan demikian, buku tidak hanya dinikmati oleh pembaca lokal, tetapi juga mampu menjangkau audiens global.

Dari segi fisik, penggunaan format hard cover akan memberikan nilai tambah tersendiri. Buku dengan sampul keras cenderung lebih menarik secara visual, lebih tahan lama, serta memiliki kesan eksklusif. Bahkan, format ini memungkinkan buku untuk difungsikan sebagai coffee table book, yaitu buku yang tidak hanya dibaca, tetapi juga dipajang sebagai bagian dari estetika ruang.

Semoga penulis terus berkarya, dengan menggali kekayaan sejarah Islam yang penuh hikmah. Ini yang selalu saya tunggu-tunggu.

Barakallahu fiikum.

Oleh: Bambang Purwanto (wartawan senior, penikmat buku, dan murid sang penulis)

Bagikan

Komentar

Berita Terkait