
PBB sebut penyiksaan warga Palestina jadi "doktrin negara" Israel

Para pelayat menyalati jenazah dalam upacara pemakaman tiga jurnalis Palestina, yang tewas akibat serangan udara Israel pada Rabu (21/1), di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 22 Januari 2026. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Penyiksaan sistematis Israel terhadap warga Palestina telah menjadi instrumen penentu dalam genosida yang sedang berlangsung di wilayah Palestina yang diduduki.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Seorang pakar independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (23/3) menyampaikan bahwa Israel telah lama menerapkan penyiksaan sistematis terhadap warga Palestina, yang saat ini telah menjadi "doktrin negara" Israel.
Francesca Albanese merupakan Pelapor Khusus PBB (UN Special Rapporteur) terkait situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967. Dalam sebuah laporan yang disampaikan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB, dia menuturkan bahwa di bawah "impunitas dan perlindungan politik" yang telah berlangsung lama, penyiksaan sistematis Israel terhadap warga Palestina telah menjadi "instrumen penentu dalam genosida yang sedang berlangsung di wilayah Palestina yang diduduki."
"Antara Oktober 2023 hingga Januari 2026, pasukan Israel telah menahan lebih dari 18.500 warga Palestina, termasuk anak-anak, terutama jika mereka adalah dokter, jurnalis, atau pekerja kemanusiaan. Hampir 100 di antara mereka meninggal dalam tahanan, 4.000 lainnya dinyatakan hilang secara paksa. Ribuan orang yang ditahan tanpa dakwaan disekap dalam kondisi yang tidak manusiawi, dipukuli, dibelenggu, dilecehkan secara seksual, tidak diberi perawatan medis, kelaparan, diperkosa. Sejak tahun-tahun awal berdirinya Negara Israel, perampasan seluruh hak dan kebebasan warga Palestina telah menjadi instrumen esensial bagi dominasi Israel, yang didukung oleh undang-undang, institusi, dan normalisasi retorika yang merendahkan martabat warga Palestina. Sejak Oktober 2023, penyiksaan secara efektif telah menjadi kebijakan negara yang didukung oleh budaya penyiksaan yang diproduksi secara sosial, dibela secara politik, dan dinormalisasi secara publik," urai Albanese.
Komite PBB Melawan Penyiksaan (UN Committee against Torture) mengecam Israel pada November tahun lalu atas "kebijakan penyiksaan dan perlakuan buruk yang terorganisasi dan meluas selama periode pelaporan, yang meningkat secara signifikan sejak 7 Oktober 2023.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kelompok Houthi Yaman klaim serangan baru terhadap kapal kargo di Laut Merah
Indonesia
•
04 Jan 2024

Serangan Israel di Sweida Suriah tewaskan hampir 600 Orang
Indonesia
•
20 Jul 2025

Opini – Kesehatan global melampaui batas negara: Jaringan keamanan kesehatan global utuh dapat dicapai dengan keterlibatan Taiwan
Indonesia
•
17 May 2025

Houthi Yaman peringatkan AS akan serang kapal-kapal "yang berkaitan dengan Israel"
Indonesia
•
30 Dec 2023


Berita Terbaru

PBB: Lebih dari 2.100 anak tewas atau terluka sejak eskalasi konflik di Timur Tengah
Indonesia
•
25 Mar 2026

Iran bantah lakukan negosiasi dengan AS, menyebutnya tidak bermakna dalam kondisi sekarang
Indonesia
•
25 Mar 2026

Tingkat kepuasan terhadap Trump capai titik terendah di tengah lonjakan harga bbm dan penolakan perang Iran
Indonesia
•
25 Mar 2026

PLTN Fukushima Daiichi buang 55.000 ton lebih air limbah terkontaminasi nuklir ke laut pada 2025
Indonesia
•
25 Mar 2026
