
AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba

Sebuah kapal yang membawa bantuan kemanusiaan dari Meksiko terlihat di pelabuhan Havana, Kuba, pada 12 Februari 2026. (Xinhua/Joaquín Hernández)
Penerbangan pengumpulan intelijen militer Amerika Serikat telah meningkat di lepas pantai Kuba dalam beberapa bulan terakhir.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Penerbangan pengumpulan intelijen militer Amerika Serikat (AS) telah meningkat di lepas pantai Kuba dalam beberapa bulan terakhir, seperti dilansir CNN pada Senin (11/5).
Sejak 4 Februari, Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS telah melakukan setidaknya 25 penerbangan, yang sebagian besar terpantau di dekat Havana dan Santiago de Cuba, dengan beberapa di antaranya berada dalam radius 64 km dari garis pantai, menurut laporan tersebut. Laporan CNN itu menganalisis data penerbangan yang tersedia untuk publik dari FlightRadar24, sebuah layanan pelacak penerbangan langsung.
Misi-misi tersebut sebagian besar melibatkan pesawat patroli maritim P-8A Poseidon, yang dirancang untuk pengawasan dan pengintaian, sementara beberapa misi lainnya dilakukan oleh jenis pesawat dan drone yang khusus digunakan untuk pengumpulan intelijen sinyal serta pengintaian di altitudo tinggi, papar laporan itu lebih lanjut.
Penerbangan-penerbangan tersebut dinilai tidak biasa, bukan hanya karena jaraknya yang sangat dekat dengan pesisir Kuba, tetapi juga karena frekuensinya yang tiba-tiba, mengingat aktivitas publik semacam itu jarang terjadi di area tersebut sebelum Februari.
Peningkatan aktivitas di lepas pantai Kuba baru-baru ini "merupakan hal baru dan menyimpang dari lokasi-lokasi di mana pesawat-pesawat tersebut biasanya dikerahkan," sebut CNN, mengutip data yang dikumpulkan oleh ADSB Exposed.
Lonjakan penerbangan itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump meningkatkan retorikanya terhadap negara kepulauan tersebut.
Pada Januari lalu, Trump mengunggah ulang di Truth Social komentar dari kontributor Fox News, Marc Thiessen, yang menyatakan sang presiden akan mengunjungi "Havana yang merdeka" sebelum masa jabatannya berakhir. Hanya beberapa hari setelah unggahan tersebut, Trump memerintahkan blokade minyak terhadap Kuba.
Pekan lalu, AS memberlakukan sanksi baru terhadap sejumlah entitas ekonomi utama di Kuba, termasuk perusahaan patungan pertambangan Kuba-Kanada dan konglomerasi bisnis yang dikelola oleh militer Kuba, dengan alasan bahwa entitas-entitas tersebut merupakan "ancaman" bagi keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS.
CNN menyebutkan bahwa pola serupa juga terjadi menjelang operasi militer AS di Venezuela maupun Iran, di mana eskalasi retorika AS terjadi bertepatan dengan peningkatan jumlah penerbangan pengintaian yang terpantau oleh publik.
Pentagon menolak memberikan komentar mengenai temuan-temuan tersebut, sebut CNN, seraya menambahkan bahwa pihaknya juga telah menghubungi pemerintah Kuba.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Haji1443 – Muslimah tak bisa bersama mahrom yang berhaji dalam 5 tahun terakhir
Indonesia
•
06 Jun 2022

CENTCOM umumkan personel militer ke-7 AS yang tewas dalam serangan AS-Israel ke Iran
Indonesia
•
09 Mar 2026

Israel akan mulai perundingan gencatan senjata di Gaza, setujui rencana serangan terhadap Gaza City
Indonesia
•
23 Aug 2025

Trump tunjuk eks penjabat jaksa agung AS jadi dubes untuk NATO
Indonesia
•
22 Nov 2024


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
