Mojtaba Khamenei sampaikan pesan-pesan pertama sebagai pemimpin tertinggi Iran

Warga menghadiri pertemuan untuk menyatakan sumpah setia kepada pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran, pada 9 Maret 2026. (Xinhua/Shadati)

Mojtaba Khamenei berjanji akan melanjutkan pertahanan militer dan mempertahankan pengaruh atas Selat Hormuz.

 

Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, pada Kamis (12/3) menyampaikan pesan publik pertamanya sejak menjabat, menguraikan strategi utama Iran dalam perang yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dalam pesan yang diunggah di situs jejaring resminya, Pemimpin Tertinggi Iran itu mengucapkan belasungkawa kepada para pemimpin negara yang telah gugur dalam perang, menyerukan persatuan nasional, dan menegaskan kembali komitmen yang teguh terhadap perlawanan.

Berikut adalah beberapa poin penting dari pidatonya:

Penghormatan kepada mereka yang telah meninggal

·      Dalam pesannya, Mojtaba Khamenei menyampaikan belasungkawa kepada semua warga Iran yang tewas dalam serangan AS-Israel, termasuk ayahnya dan anggota keluarga lainnya, dan berjanji akan membalas kematian semua warga Iran yang gugur dalam konflik tersebut.

·      Dia juga menjanjikan perawatan medis gratis bagi para korban luka dan memerintahkan pemberian kompensasi atas kerusakan properti, serta meminta para pejabat melaporkan kembali pelaksanaan kebijakan tersebut.

Seruan untuk persatuan

·      Pemimpin baru tersebut memuji rakyat Iran karena mampu menjaga stabilitas selama periode tanpa pemimpin resmi, serta menyerukan agar persatuan, partisipasi aktif publik, dan saling dukung antarwarga terus dipertahankan.

·      Dia mengatakan bahwa kepemimpinan tidak akan efektif tanpa dukungan dan kehadiran rakyat.

 Tentang perang dengan Israel dan AS

·      Mojtaba Khamenei berjanji akan melanjutkan pertahanan militer dan mempertahankan pengaruh atas Selat Hormuz.

·      Dia memperingatkan tentang pembukaan front baru melawan musuh di wilayah yang rentan.

·      Dia mengucapkan terima kasih kepada Hizbullah, kelompok Houthi di Yaman, dan kelompok perlawanan Irak atas dukungan mereka.

Kepada negara-negara tetangga

·      Dia memperingatkan negara-negara yang menjadi tempat pangkalan militer AS bahwa fasilitas-fasilitas tersebut telah dan akan tetap menjadi sasaran, seraya mendesak penutupan pangkalan-pangkalan tersebut dan menjauhkan diri dari AS.

·      Dia menegaskan kembali keinginannya untuk menjalin hubungan yang hangat dengan semua 15 negara tetangga. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait