
25 county di California gugat Tesla terkait penanganan limbah berbahaya

Mobil Tesla sedang melakukan pengisian daya di sebuah tempat parkir di San Mateo County, California, Amerika Serikat, pada 13 Desember 2023. (Xinhua/Li Jianguo)
Produsen kendaraan listrik Amerika Serikat (AS), Tesla, digugat oleh 25 county di Negara Bagian California atas dugaan kesalahan penanganan bahan limbah berbahaya di fasilitasnya di seluruh negara bagian di sebelah barat AS tersebut selama bertahun-tahun.
Sacramento, Amerika Serikat (Xinhua) – Produsen kendaraan listrik Amerika Serikat (AS), Tesla, digugat oleh 25 county di Negara Bagian California atas dugaan kesalahan penanganan bahan limbah berbahaya di fasilitasnya di seluruh negara bagian di sebelah barat AS tersebut selama bertahun-tahun.Tesla, yang sebelumnya berkantor pusat di Palo Alto, California, memindahkan kantor pusatnya ke Austin, Texas, pada 2021, tetapi mempertahankan kantor pusat teknik dan pabrik kendaraan listrik bervolume tingginya di California.Perusahaan tersebut tidak melabeli limbah dengan benar serta membuang bahan berbahaya di fasilitas produksi dan layanan miliknya, serta di tempat-tempat pembuangan akhir (TPA) yang tidak dapat menerima limbah berbahaya, kata pengacara distrik yang mewakili 25 county tersebut dalam pengajuan gugatan di Pengadilan Tinggi San Joaquin County pada Selasa (30/1).Bahan-bahan berbahaya tersebut termasuk minyak pelumas asam timbal, minyak rem, baterai asam timbal, aerosol, antibeku, cairan pembersih, propana, cat, aseton, elpiji, dan solar, menurut berkas gugatan setebal 22 halaman itu.County-county tersebut menuduh Tesla melanggar undang-undang tentang bisnis tidak adil dan pengelolaan limbah berbahaya. Hukuman administratif dan perdata untuk pelanggaran limbah berbahaya di California mencapai 70.000 dolar AS per pelanggaran per hari.Para penggugat menuntut hukuman perdata dan perintah pengadilan yang mengharuskan Tesla menangani limbah dengan benar di kemudian hari.Jaksa distrik telah menyelidiki Tesla terkait penanganan limbah berbahaya mereka selama bertahun-tahun. Perusahaan itu mengungkapkan dalam pengajuan (filing) tahun 2022 kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (Securities and Exchange Commission/SEC) AS bahwa "jaksa distrik di beberapa county California" telah menyelidiki "praktik pemilahan limbahnya."Gugatan ini bukan yang pertama kalinya bagi Tesla menghadapi tuduhan terkait praktik pengelolaan limbah berbahaya.Perusahaan itu mencapai kesepakatan dengan Badan Perlindungan Lingkungan (Environmental Protection Agency/EPA) AS pada 2019 atas dugaan pelanggaran penanganan limbah berbahaya federal di pabrik miliknya di Fremont, California.Dalam kesepakatan tersebut, Tesla setuju mengambil langkah-langkah untuk mengelola limbah dengan benar di fasilitas tersebut dan membayar denda sebesar 31.000 dolar AS.Pada 2022, Tesla mencapai kesepakatan lainnya dengan EPA di mana perusahaan itu setuju membayar denda sebesar 275.000 dolar AS setelah badan federal tersebut menemukan bahwa Tesla gagal mendokumentasi dan mengimplementasikan rencana untuk meminimalkan polutan udara dari operasi pengecatan di pabrik Fermount milik mereka.*1 dolar AS = 15.775 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Demonstran pro-Palestina gelar aksi unjuk rasa solidaritas di Universitas Toronto, Kanada
Indonesia
•
28 May 2024

Sedikitnya 15 orang tewas akibat serangan udara Israel di Gaza
Indonesia
•
17 Mar 2025

Saudi-UEA terapkan “joint visa” 2020
Indonesia
•
02 Nov 2019

Haji1441 - Saudi tetapkan protokol kesehatan haji
Indonesia
•
06 Jul 2020


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
