Wawancara – Pakar sebut C919 singkap potensi besar pasar penerbangan sipil China

Pesawat penumpang besar C919, pesawat jet penumpang besar pertama yang dikembangkan secara mandiri oleh China, disambut dengan water salute setelah mendarat di Bandar Udara Internasional Ibu Kota Beijing di Beijing, ibu kota China, pada 28 Mei 2023. (Xinhua/Wang Yang)

Oleh Martina Fuchs

Pasar penerbangan sipil China diperkirakan akan menjadi yang terbesar di dunia pada 2041, dengan 1 miliar warga negara ini akan bepergian dengan pesawat setiap tahunnya per 2035 nanti.

 

Jenewa, Swiss (Xinhua) – C919, pesawat penumpang berukuran besar yang dikembangkan secara mandiri oleh China, menyingkap potensi besar pasar penerbangan sipil China, demikian dikatakan seorang pakar.

Produsen pesawat China “sukses dalam hal memberikan kenyamanan penumpang,” kata Philippe Meyer, seorang konsultan penerbangan yang berbasis di Swiss, kepada Xinhua dalam sebuah wawancara baru-baru ini melalui konferensi video. “Mereka telah membuktikan bahwa mereka mampu mendesain pesawat.”

Dengan konfigurasi delapan kursi kelas bisnis dan 156 kursi kelas ekonomi, pesawat C919 berlorong tunggal tersebut menawarkan berbagai fitur ramah penumpang, seperti langit-langit lorong setinggi 2,25 meter dan bagasi kabin drop-down. Kursi tengah di kelas ekonominya memiliki ukuran 1,5 cm lebih lebar dari kursi lain di sampingnya.

C919, yang dibuat oleh Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd. (COMAC), menyelesaikan penerbangan komersial pertamanya dari Shanghai ke Beijing pada bulan lalu. Dioperasikan oleh maskapai China Eastern Airlines, pesawat itu menandai debut resminya di pasar penerbangan sipil.

Pasar penerbangan sipil China
Pesawat penumpang besar C919, pesawat jet penumpang pertama yang dikembangkan secara mandiri oleh China, dioperasikan untuk penerbangan komersial pertamanya dari Shanghai ke Beijing pada 28 Mei 2023. (Xinhua/Ding Ting)

China akan menjadi pasar penerbangan sipil terbesar lebih cepat dari yang kita perkirakan,” kata Meyer, yang juga merupakan profesor manajemen bisnis bandara dan pemasaran maskapai penerbangan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (International Air Transport Association/IATA).

Pakar penerbangan itu menyampaikan harapannya terkait vitalitas dan potensi pasar penerbangan sipil China, seraya mencatat bahwa perjalanan usai pandemik COVID-19 memainkan peran besar mengingat wisatawan China sangat antusias untuk kembali bepergian.

“Ada ledakan permintaan di China,” ujar Meyer berkomentar, seraya menyebut bahwa 1 miliar warga China akan bepergian dengan pesawat setiap tahunnya per 2035 nanti.

Sekitar 4,35 miliar orang di seluruh dunia diperkirakan akan bepergian pada 2023, yang tidak jauh selisihnya dari 4,54 miliar orang yang melakukan penerbangan pada 2019, menurut sebuah laporan IATA, menyebut penguatan yang diantisipasi dari profitabilitas industri maskapai penerbangan dalam peningkatan prospeknya untuk tahun 2023.

Laba bersih industri penerbangan diperkirakan akan mencapai 9,8 miliar dolar AS pada 2023. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan perkiraan yang dibuat pada Desember 2022, yang sebesar 4,7 miliar dolar AS, kata IATA.

Pada 2041, China diperkirakan akan menjadi pasar penerbangan sipil negara tunggal terbesar di dunia, menurut perkiraan yang dirilis oleh COMAC tahun lalu.

Pasar penerbangan sipil China
Foto yang diabadikan pada 28 Mei 2023 ini menunjukkan pesawat C919, pesawat penumpang berukuran besar yang dikembangkan secara mandiri oleh China, bersiap-siap untuk penerbangan komersial pertamanya di Shanghai, China Timur. (Xinhua/Ding Ting)

“Kita di seluruh penjuru dunia harus bersiap-siap untuk menyambut kembalinya aliran wisatawan China,” kata Meyer.

Terlepas dari pesatnya perkembangan pasar dan permintaan yang kuat, tantangan masih tetap ada. “Tantangan terbesar saat ini adalah memproduksi pesawat. Jika mereka hanya memproduksi satu pesawat sebulan, ini tidak akan cukup untuk memenuhi permintaan,” katanya.

Menyebut soal tenaga kerja China yang lebih murah tetapi juga terampil dibandingkan dengan tenaga kerja Barat, Meyer mengatakan perlunya jaringan purnajual di China dan skala produksi merupakan tantangan utama. Meski demikian, masyarakat China ingin “mengurangi ketergantungan mereka pada duopoli produk-produk Barat.”

Meyer optimistis bahwa China akan menjadi pasar penerbangan terbesar di dunia.

“Saat ini, kita melihat duopoli Airbus dan Boeing,” katanya. “Dengan hadirnya C919, kita memiliki pesawat baru yang nyata, yang untuk pertama kalinya mampu bersaing dengan dua pemain tersebut di pasar-pasar terbesar.”

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan